Jalan Kendari-Toronipa yang menghabiskan anggaran Rp1 triliun dengan volume kurang lebih 14 kilo meter nampak mulus. Pemandangan tersebut justru berbanding terbalik dengan kondisi sekitar 2500 kilo meter jalan provinsi, yang rusak parah dan tersebar di berbagai daerah di Sultra.
Salah satunya ruas jalan di Desa Watumerembe, Kecamatan Palangga, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Kondisi infrastruktur jalan tersebut nampak rusak parah.
Sehingga, kondisi tersebut disoroti Himpunan Pemuda dan Mahasiswa Palangga (Hipmapal). Organisasi kemahasiswaan ini menilai, rusaknya ruas jalan di Konsel tersebut karena minimnya perhatian dari Pemprov Sultra, dibawah kepemimpinan Ali Mazi dan Lukman Abunawas (Aman)
Presidium Hipmapal, Julianto Jaya Perdana megatakan, akses jalan tersebut membutuhkan perhatian khusus dari Pemprov dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra.
“Akses jalan di Watumerembe membutuhkan perhatian khusus dari Pemprov dan dewan Provinsi Sultra, karena jalan ini merupakan penghubung antara Kendari – Konsel dan Konsel – Bombana,” ujar pria yang populer dengan sapaan Jul kepada Sultrust.id, Senin (8/3).
Menurutnya, terjadinya ketimpangan infrastruktur jalan di Sultra merupakan raport merah kepeminpinan Ali Mazi-Lukman Abunawas.
Jul menegaskan, jalan di Watumerembe harus segera diperbaiki dan dianggarkan Pemprov Sultra, karena akses jalan tersebut dapat menghambat investasi dan dapat mengganggu lingkungan masyarakat.
“Jalan poros Kendari-Andoolo ini merupakan akses utama yang dilalui oleh pedagang lokal maupun dari Bombana menuju Kendari. Kondisi jalan yang rusak ini dapat menghambat waktu tempuh masyarakat untuk tepat sampai di tujuan, dan di sisi lain masyarakat setempat merasa risih dengan polusi akibat jalan yang belum dihitamkan,” jelasnya.
Jul menambahkan, jika dalam waktu dekat Pemprov tak menindaklanjuti jalan rusak tersebut, maka pihaknya akan memboikot akses jalan di Desa Watumerembe, sebagai bentuk evaluasi terhadap raport merah kepemimpinan Ali Mazi dan Lukman Abunwas, yang dinilai minim perhatian pemerintah.
“Kami meminta kepada stakeholder dalam hal ini Pemprov dan DPRD Sultra untuk segera berkordinasi memperbaiki jalan di Desa Watumerembe,” tambahnya.
“Dalam waktu dekat, kami akan melakukan aksi unjuk rasa untuk melumpuhkan akses jalan di Desa Watumberembe sebagai bentuk kekecewaan kami di bawah kepemimpinan Gubernur Ali Mazi dan Lukman Abunawas, yang kami nilai minim perhatian terhadap kampung kami,” pungkasnya.
Untuk diketahui, selain di Desa Watumerembe, jalan provinsi yang kondisinya rusak parah dan menuai sorotan juga terjadi di Jalan Poros Lambuya-Motaha. (p2/mr)



















