Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
headlineSorot

La Mandi Dinilai Gagal Pimpin Kadin Sultra

366
×

La Mandi Dinilai Gagal Pimpin Kadin Sultra

Share this article
Logo Kadin Indonesia. (Ist.)
Example 468x60

Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) se-Sultra menginginkan adanya pergantian pucuk pimpinan Kadin Sultra, yang akan ditentukan melalui musyawarah provinsi (Musprov) VII Kadin, pada 11 Januari 2021 mendatang.

Keinginan pengurus Kadin di kabupaten/kota untuk mengganti Ketua Umum Kadin Sultra periode lima tahun mendatang, diarenakan La Mandi dinilai gagal mengemban amanah untuk membesarkan organisasi parra pengusaha itu.

Example 300x600

Salah satu point yang menunjukan kegagalan La Mandi menahkodai Kadin Sultra selama lima tahun belakangan, yakni status kepengurusan Kadin di enam daerah yang asih dijabat oleh karateker.

Ketua Bidang OKK Kadin Kabupaten Bombana, Asrin Sarewo mengatakan, kondisi tersebut menunjukan betapa buruknya kinerja Kadin Sultra dibawah kepemimpinan La Mandi. Sebab, kepengurusan Kadin di enam daerah yang dijabat oleh karateker adalah bentuk kegagalan Kadin Provinsi dalam membangun komunikasi ke tingkat daerah.

“Inikan persoalan internal Kadin yang seharusnya bisa diselesaikan oleh Kadin provinsi,” katanya, saat ditemui awak media di salah satu hotel di Kota Kendari, belum lama ini.

Sorotan kepemimpinan La Mandi juga disampaikan Ketua Kadin Kabupaten Konawe, Rusdianto. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Konawe menilai Kadin Sultra era La Mandi tak melakukan pembinaan organisasi di tingkat daerah, sehingga Kadin di daerah nampak jalan sendiri.

“Selama ini kita tidak bisa bikin apa-apa, karena Kadin provinsi juga tidak bikin apa-apa untuk kita,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan ini.

Olehnya itu, Rusdianto berharap agar Anton Timbang menjadi Ketua Kadin Provinsi Sultra perode 2021-2026, sehingga Kadin provinsi bisa menjembatani seluruh Kadin kabupaten/kota dan bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi agar tidak menjadi penonton di negeri sendiri.

Pasalnya, hampir semua pengusaha tambang di Sultra adalah orang luar, hal ini di karenakan tidak adanya organisasi sekelas Kadin yang bisa memediasi dan bekerja sama.

“Harapan kita dengan penuh keyakinan Kadin Konawe, AT bisa membawa Kadin Sultra menjadi lebih baik,” katanya. (p2/ik)

Example 300250
Example 120x600