Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
headlineSorot

Kinerja “Mencla Mencle” Polda Sultra, Siang Police Line Cargo PT. Bumi, Malam Dibuka

388
×

Kinerja “Mencla Mencle” Polda Sultra, Siang Police Line Cargo PT. Bumi, Malam Dibuka

Share this article
Example 468x60

Ditreskrimsus Kepolisian Daerah (Polda) Sultra kembali mendapatkan sorotan dari Forum Mahasiswa Pemerhati Investasi Pertambangan (Forsemesta), terkait tindak lanjut atas penyegelan perusahaan tambang PT. Bumi yang beroperasi di Blok Mandiodo Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara (Konut), atas dugaan melakukan kegiatan penambangan tanpa izin usaha pertambangan (IUP) dan tanpa dokumen lainnya.

Kinerja kepolisian dalam penanganan ilegal mining di Sultra kini terkesan “mencla-mencle”. Bagaimana tidak, police line yang dilakukan terhadap cargo milik PT. Bumi hanya bertahan beberapa jam saja. Penyegelan dilakukan pada siang hari, namun police line dibuka pada malam hari.

Example 300x600

Koordinator Presidium Forsemesta, Muhamad Ikram Pelesa melalui rilisnya mengungkapkan, bahwa kasus ilegal mining yang tengah ditangani oleh tim Unit 1 Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sultra dibawa komando Kompol Bungin Misalayuk mandek dan tanpa kepastian hukum.

“Berdasarkan fakta-fakta yang kami himpun, bahwa kasus ilegal mining PT. Bumi yang tengah ditangani oleh tim unit 1 Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sultra mandek dan tanpa kepastian hukum. Bahkan police line di areal perusahaan tersebut hanya bertahan sehari pasca penyegelan, lalu dibuka dan kembali beraktivitas seperti biasanya,” katanya, Selasa (22/12).

Koordinator Presidium Forsemesta, Muhamad Ikram Pelesa. Foto: Ist.

Olehnya itu, Ikram Pelesa meminta Polda Sultra tidak menambah deretan kasus ilegal mining yang mandek di meja Ditreskrimsus Polda Sultra. Sebab, dugaan beroperasinya kembali perusahaan tersebut sehari pasca penyegelan, menunjukkan bahwa penegakan hukum pertambangan di bumi anoa merupakan isapan jempol semata.

“Tolong jangan menambah deretan kasus mandek di meja polda, ini menunjukkan bahwa penegakan hukum pertambangan di bumi anoa merupakan isapan jempol semata,” ucapnya.

Ikram Pelesa juga meminta Polda sultra secara jujur menjelaskan ihwal beroperasinya kembali PT. Bumi di Blok Mandiodo.

“Apabila tidak mampu, pekan depan kami minta Mabes Polri atau KPK RI untuk turun menelusuri kemungkinan ada praktek suap dalam penanganan kasus ilegal mining tersebut,” tegas Wakil Sekjend PB HMI itu.

Dari informasi yang dihimpun, polisi menyegel sebuah Cargo yang diduga akan diberangkatkan termasuk lokasi aktivitas penambangan tersebut.

“Iya, saya sempat lihat ada penindakan di lahan tersebut,” ungkap Sumber berinisial CL yang juga warga disekitar, dilansir dari laman kendarimerdeka.com.

CL menyebutkan penindakan yang dilakukan polisi sesuai dengan titik kordinat. Namun, dia tidak mengetahui pasti siapa saja tim yang masuk ke lokasi. Dia melihat, polisi menggunakan seragam Krimsus membentangkan garis police line. Sayangnya, penindakan itu diduga dilakukan sehari saja, sebab kabarnya police line sudah dibuka kembali malam harinya.

“Saya dengar seperti itu, ada informasi dibuka kembali,” pungkasnya. (p2/ik)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *