SULTRUST.ID – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari lakukan penyelidikan terkait temuan warga, yakni sebuah tikar yang tergulung berisikan 2 bantal dan 2 sarung bantal berlumuran darah, Selasa (27/6/2023).
Penemuan yang menggerakkan warga tersebut terjadi sekitar jam O6.00 Wita, di Jalan Banteng, Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kasat reskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi mengatakan bahwa di Tempat Kejadian Perkara (TKP), terdapat tiga orang warga sebagai saksi, yakni Rusman (33), Sukriadi (28), dan Juli (47).
Dikatakannya bahwa, menurut saksi yang bernama Rusman, sekitar Jam 03.00 Wita dini hari, saksi mendengar ada suara mobil yang kencang kemudian saksi keluar melihat mobil, namun sudah jauh.
“Sekitar jam 05.40 Wita saksi keluar membawa sapinya ke kebun dan melihat ada tikar yang yang tergulung dan saksi membuka dan melihat di dalam tikar ada 2 buah bantal berlumuran darah,” ujar AKP Fitrayadi
Lanjut AKP Fitrayadi, saksi lainnya menerangkan bahwa sekitar pukul 06.30 Wita melintas di TKP dan melihat Rusman sementara membuka tikar dan melihat banyak darah di tikar dan bantal.
Kemudian, saksi ketiga menerangkan bahwa sekitar jam 07.00 Wita dari pelabuhan dan melintas di TKP, lalu singgah melihat tikar dan bantal yang penuh darah tersebut.
“Setelah melihat itu, kemudian saksi langsung menghubungi Bhabinkamtibmas Rahandouna, Aipda Aris Budianto,” imbuhnya.
AKP Fitrayadi menjelaskan, pihakbnya telah melakukan beberapa tindakan untuk menyelidiki penemuan tersebut, tindakan yang dilakukan yakni mendatangi TKP, dan mendatangkan K-9 (Anjing Pelacak) dari Ditsabhara Polda Sultra.
“Terkait kejadian tersebut, sejak siang tadi dilakukan penyelidikan guna menentukan apakah hal tersebut adalah perbuatan pidana atau bukan. Saat ini barang bukti telah diamankan di Polsek Poasia,” pungkasnya.
Laporan : Salman
Editor : Run



















