Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
News

Tiga Tahun Tragedi Sedarah, Polda Sultra Didesak Tuntaskan Kasus Kematian Randi dan Yusuf

418
×

Tiga Tahun Tragedi Sedarah, Polda Sultra Didesak Tuntaskan Kasus Kematian Randi dan Yusuf

Share this article
Ratusan masa aksi mendesak Polda Sultra segerah menuntaskan tragedi Sedarah yang menewaskan Randi dan Yusuf. Foto : Salman/sultrust.id.
Example 468x60

Memperingati tiga tahun tragedi September Berdarah (Sedarah), ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Keluarga Besar Yusuf dan Randi melakukan unjuk rasa di Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (26/9/2022).

Dalam aksinya, ratusan pengunjuk rada menuntut penegakan hukum terhadap tewasnya dua mahasiswa UHO pada aksi penolakan RUU KUHP dan RUU KPK, 26 September 2019 lalu.

Example 300x600

Pantauan media ini terlihat beberapa ruas jalan arah Polda telah ditutup menggunakan pagar berduri untuk mencegah masuknya masa aksi.

Selain itu, puluhan mahasiswa juga terus mendesak aparat kepolisian agar segera menuntaskan kasus kematian dua rekan mereka hingga saat ini.

Hingga saat ini, kasus tersebut belum ada titik terang terkait pelaku di balik kematian Yusuf dan Randi.

“Kami akan terus menyuarakan aksi ini. Karena hingga saat ini kasus kematian Yusuf dan Randi belum mampu diselesaikan oleh pihak kepolisian,” ujar Cobra, salah seorang mahasiswa dalam orasinya.

Untuk itu, ratusan mahasiswa mendesak Kapolda Sultra menuntaskan kasus kematian dua pahlawan demokrasi tersebut.

Beberapa menit kemudian ratusan mahasiswa diterima oleh pihak Polda Sultra untuk berdialog.

Usai diterima untuk berdialog, aksi yang sebelumnya berlangsung tertib menjadi mememanas setelah salah satu mahasiswa melempar batu kepada pihak kepolisian yang lakukan pengamanan.

Lemparan batu dan kayu dari arah massa dibalas tembakan gas air mata dari aparat terus terjadi hingga mahasiswa mundur.

Aparat kepolisian terus memberikan peringatan agar massa tidak melakukan pelemparan, dan tak melakukan tindakan anarkis.

Namun, peringatan itu tak dihiraukan massa aksi dan situasi di perempatan Polda Sultra semakin memanas. Alhasil, Polda Sultra menurunkan beberapa mobil Barakuda untuk membubarkan massa aksi, hingga masa aksi membubarkan diri.

Sementara itu, Direktur Kriminal Umum ( Direskrimum) Polda Sultra, I Wayan Riko Setiawan menjelaskan, bahwa kematian Yusuf Kardawi adalah kasus gelap karena kurang lengkapnya alat bukti dan tidak adanya saksi dalam kasus tersebut.

“Tiga tahun lalu kami meminta supaya otopsi, tapi warga menolak keras untuk dilakukannya otopsi. Jadi sampai sekarang tidak ditau penyebab kematiannya itu apa, apakah terjatuh atau karena hal yang lain kami juga tidak tau,” ungkapnya.

I Wayan Riko Setiawan juga menyampaikan, bahwa pihaknya siap untuk membuka dialog dengan para mahasiswa, apabila mempunyai saksi yang cukup kuat, karena penyidik Polda Sultra udah melakukan pemeriksaan terhadap 19 orang saksi, dan semua saksi yang diperiksa tidak mengarah kepada tindakan ataupun kejadian tersebut.

“Rata-rata saksi adalah yang mengangkat dan menyelamatkan si Yusuf itu. Apakah dia terkena pukulan ataupun apa, itu tidak ada yang menyaksikan” jelasnya.

 

 


Laporan : Salman

Example 300250
Example 120x600