Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
News

Terlibat Perkelahian, Warga Anduonohu Tewas Usai Ditikam

405
×

Terlibat Perkelahian, Warga Anduonohu Tewas Usai Ditikam

Share this article
Example 468x60

Jupri (39), warga Lorong Kancil, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari tewas usai ditikam seorang pemuda di Lr. Buntu, Kecamatan Kendari Barat, Minggu (13/12), sekitar pukul 21.30 Wita.

Kapolsek Kemaraya, Iptu Ridwan mengatakan, bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi dari keluarga korban terkait penikaman tersebut.

Example 300x600

Kendati demikian, lanjut Kapolsek, pihaknya sudah turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengumpulkan informasi sembari melakukan pengejaran terhadap pelaku.

“Sampai saat ini belum ada laporan resmi dari keluarga korban. Mungkin mereka masih sibuk melakukan pemakaman. Kami masih tunggu mereka datang melapor. Tim kami juga sudah turun ke TKP mengumpulkan informasi,” ujar Iptu Ridwan, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Senin (14/12).

Suasana rumah duka korban penikaman, di Jalan Kancil, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari.

Lebih lanjut, Kapolsek Kemaraya menjelaskan kronologis penikaman itu. Berdasarkan informasi yang dihimpun di TKP, korban dan pelaku terlibat perkelahian.

Saat itu, kata Iptu Ridwan, almarhum bersama dua orang rekannya bertemu dengan tersangka di jalan, kemudian terjadi perkelahian yang menyebabkan korban terkena tusukan benda tajam di bagian paha dan kaki.

Iptu Ridwan menambahkan, sedangkan dua rekan korban lari saat almarhun Jufri dan pelaku terlibat perkelahian.

“Korban tersungkur usai mendapatkan tikaman. Pelaku melarikan diri,” tambahnya.

Ditanya soal identitas pelaku, Kapolsek Kemaraya belum mau menyebutkan ke publik, karena pihaknya masih melakukan pengejaran.

“Kalau soal itu (identitas pelaku), kita belum bisa sampaikan,” ucapnya.

Di tempat berbeda, kerabat korban yang ditemui awak media ini mengatakan, bahwa dirinya bersama rekan-rekannya dan warga setempat menemukan korban sudah tidak berdaya dengan berlumuran darah pada bagian paha dan kaki.

“Kami juga tidak lagi melihat tersangka di tempat kejadian, mungkin sudah melarikan diri,” kata Iksan saat ditemui di rumah duka.

Ditambahkannya, selang beberapa menit kemudian, mobil ambulans datang dan langsung membawa korban ke Rumah Sakit Santana. Naasnya, nyawa korban sudah tak tertolong lagi. (p2/ik)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *