Kendari, Sultrust.com – Lebih dari seribu pelari memadati ruas jalan Kota Kendari dalam ajang Night Run 5K yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025, yang berlangsung selama dua hari penuh.
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, menyebut kegiatan tersebut bukan sekadar ajang olahraga malam, melainkan sebuah cara baru memperkenalkan literasi keuangan kepada publik dengan pendekatan yang lebih santai dan dekat dengan gaya hidup masyarakat urban, khususnya generasi muda.
“Night Run tak sekadar olahraga malam, tetapi menjadi media baru untuk menyampaikan pesan keuangan secara lebih santai dan dekat dengan gaya hidup masyarakat urban, terutama generasi muda,” ujar Bismi.
Ia menambahkan, konsep Night Run merupakan inovasi pertama yang digagas OJK Sultra dan terbukti mampu menarik perhatian luas dari masyarakat.
“Kegiatan ini kita kemas agar lebih menarik dan sesuai tren anak muda. Ada 1.500 peserta yang ikut, padahal pendaftar mencapai 2.000 lebih,” ungkapnya.
Menurut Bismi, OJK kini tidak hanya mengandalkan edukasi formal dalam menyebarkan literasi keuangan, tetapi juga mengusung pendekatan yang menyatu dengan hiburan dan gaya hidup aktif.
“Generasi muda punya karakter dinamis. Karena itu, kami ingin literasi keuangan hadir lewat kegiatan yang mereka sukai seperti olahraga dan hiburan,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, OJK Sultra bersinergi dengan seluruh anggota Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK), serta berkolaborasi dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Bank Indonesia, dan Bank Sultra.
Dukungan lintas lembaga ini tidak hanya memperkuat pembiayaan kegiatan, tetapi juga mempertegas komitmen bersama dalam meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya literasi keuangan.
Menambah semarak malam itu, peserta juga berkesempatan memenangkan berbagai hadiah menarik, mulai dari perangkat elektronik hingga sepeda motor. Strategi ini menjadi daya tarik tersendiri untuk mendorong partisipasi masyarakat yang lebih luas.
Bismi optimistis bahwa konsep serupa dapat menjadi model baru dalam mengedukasi masyarakat.
“Kita ingin menunjukkan bahwa edukasi keuangan tidak harus kaku. Bisa dilakukan dengan cara menyenangkan, berenergi, dan relevan dengan kehidupan masyarakat,” tutupnya.
Ajang Night Run 5K malam itu pun bukan hanya menjadi perayaan olahraga, tetapi juga momentum bagaimana edukasi keuangan bisa bertransformasi menjadi gerakan yang dinamis, inklusif, dan dekat dengan denyut kehidupan kota. (*)



















