Kendari, Sultrust.com – Musyawarah Wilayah (Muswil) III Himpunan Mahasiswa Informatika dan Komputer Nasional (Permikomnas) Wilayah XIV Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi ruang penting bagi mahasiswa IT untuk menegaskan peran dan kontribusinya terhadap kemajuan teknologi di daerah.
Kegiatan pembukaan yang berlangsung di salah satu hotel di Kendari ini dihadiri sembilan delegasi dari berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara.
Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sistem Komputer (SEK) STMIK Bina Bangsa Kendari, Fikram Palaengano, menjelaskan bahwa agenda utama Muswil kali ini adalah pemilihan koordinator wilayah yang baru.
“Delegasi yang hadir itu ada sembilan delegasi dari beberapa universitas yang ada di Sulawesi Tenggara,” ujarnya. Ada dari Universitas Halu Oleo (UHO), Unusra, Muhammadiyah Kolaka, USN, Muhammadiyah Kendari, STMIK, Unidayan, dan Universitas Buton. Pokok pembahasan ini adalah pergantian korwil baru untuk periode 2025 sampai 2026.” Ujarnya, Senin (27/10/2025).
Sementara itu, Ketua STMIK Bina Bangsa Kendari, Ir. Faizal Aris, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan semata seremoni pergantian pengurus, melainkan wadah strategis bagi mahasiswa untuk berkontribusi melalui gagasan dan pemikiran yang membangun.
Ia menjelaskan, Permikomnas sebagai organisasi nasional memiliki peran penting dalam menghimpun ide dan masukan dari berbagai kampus IT di daerah.
“Selain untuk memilih ketua Permikomnas yang baru untuk wilayah XIV Sulawesi Tenggara, kegiatan ini juga bertujuan untuk menggali ide-ide atau masukan dari seluruh kampus IT di Sulawesi Tenggara,” kata Faizal.
Menurutnya, hasil diskusi dan gagasan yang lahir dari forum tersebut nantinya akan dibawa ke tingkat nasional.
“Masukan-masukan dari berbagai kampus ini akan disampaikan pada Musyawarah Nasional Permikomnas yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat,” ujarnya.
Lanjut, Faizal menekankan pentingnya memilih sosok pemimpin yang bukan hanya aktif secara organisasi, tetapi juga memiliki visi membangun daerah melalui sinergi dengan pemerintah.
“Kami menginginkan pemimpin yang akan terpilih memiliki jiwa kepemimpinan dan kemampuan untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam mengembangkan teknologi informasi di wilayahnya masing-masing,” tegasnya.
Untuk itu ia juga berharap mahasiswa IT dapat menjadi agen perubahan yang memberi dampak nyata di lingkungan mereka.
“Kami ingin mahasiswa-mahasiswa ini menjadi pribadi yang berdampak positif bagi daerahnya, sesuai dengan semangat Kemendikti Saintek,” sambung Faizal.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Permikomnas telah melahirkan banyak gagasan yang berkontribusi terhadap pengembangan kebijakan di bidang teknologi informasi.
“Organisasi ini sudah banyak melahirkan ide-ide dan usulan yang bisa menjadi dasar dalam pembuatan undang-undang di bidang IT,” jelasnya.
Di sisi lain, Faizal menekankan bahwa semangat kekeluargaan dan musyawarah menjadi nilai utama yang terus dijaga di tubuh organisasi.
“Permikomnas dibangun atas dasar kekeluargaan. Setiap keputusan tetap mengikuti aturan dan tata tertib yang ada di dalam statuta, namun keputusan terbaik adalah yang diambil melalui musyawarah,” tutupnya. (*)



















