Konawe, Sultrust.com — Dua pemuda di Desa Morosi, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) meninggal dunia setelah tersambar petir ketika bermain sepak bola di Lapangan Kampung Jawa pada Senin (17/11/2025).
Beberapa saksi di lapangan menyebutkan, sekitar pukul 17.30 WITA hujan rintik yang mulai turun tidak menghentikan para pemuda melanjutkan permainan, petir tiba-tiba menyambar ke arah pemain. Dua di antaranya adalah Asep Junedi dan Nasir.
Saat tersambar petir, kedua korban terhempas dan tidak sadarkan diri. Kapolsek Bondoala, Iptu Heder Payapo, yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
“Iya, kedua korban meninggal dunia,” ujarnya kepada awak media.
Setelah sambaran terjadi, warga dan rekan korban langsung membawa keduanya ke RS Bhayangkara Kendari. Mereka berharap masih ada kemungkinan untuk menyelamatkan keduanya. Namun, setibanya di rumah sakit, tim medis memastikan kedua pemuda itu telah meninggal akibat luka serius dari sambaran petir.
“Nyawa keduanya tidak tertolong,” pungkasnya.
Kabar itu cepat menyebar di Morosi. Warga berdatangan ke lokasi kejadian dan rumah duka untuk memastikan informasi serta memberikan dukungan kepada keluarga korban.
Untuk itu, polisi mengingatkan warga agar lebih waspada menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Aktivitas di ruang terbuka, terutama di area yang terbuka dan lapang, disarankan dihentikan segera ketika langit mulai menggelap atau terdengar suara guntur. (*)



















