Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Tepis Tuduhan Pungli, Pengelola Air Bersih Kabaena: Iuran Adalah Hasil Kesepakatan Bersama

8
×

Tepis Tuduhan Pungli, Pengelola Air Bersih Kabaena: Iuran Adalah Hasil Kesepakatan Bersama

Share this article
Pengelola Operasional Yayasan Dharul Ashar, Kaharudin. // (dok : istimewa)
Example 468x60

Bombana, Sultrust.com – Yayasan Kesejahteraan Masjid di bawah naungan Yayasan Dharul Ashar memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan pungutan liar (pungli) dalam pendistribusian air bersih ke pemukiman warga di Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pihak yayasan menegaskan bahwa iuran bulanan yang ditarik dari pelanggan bukanlah pungutan sepihak, melainkan hasil kesepakatan demi keberlanjutan layanan. Hal tersebut disampaikan oleh Pengelola Operasional Yayasan Dharul Ashar, Kaharudin, menanggapi desakan dari Lembaga Garda Muda Anoa Sultra (GMA-Sultra) yang sebelumnya meminta aparat penegak hukum memeriksa legalitas pengelolaan sumber mata air tersebut.

Example 300x600

Kaharudin menjelaskan bahwa operasional penyaluran air ini tidak dilakukan secara ilegal. Pihaknya mengaku telah menjalin komunikasi dengan pemerintah di tingkat kecamatan hingga kabupaten, termasuk pengawasan dari dinas terkait.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Tidak mungkin kami bergerak tanpa izin. Kegiatan ini juga diawasi oleh Dinas PU Bombana, apalagi kami menggunakan jalur jalan,” ungkap Kaharudin saat ditemui di Kelurahan Sikeli, Selasa (6/5/2026).

Mengenai besaran iuran senilai Rp45.000 hingga Rp90.000 yang dipersoalkan, ia menyebut angka tersebut dialokasikan untuk membiayai operasional teknis di lapangan agar distribusi air tetap lancar.

Sebelum iuran diberlakukan, yayasan mengklaim telah menggratiskan layanan air bersih kepada masyarakat selama lebih dari satu tahun sejak instalasi pipa dimulai pada awal 2025. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap krisis air bersih yang menahun di Kabaena.

“Selama 13 bulan itu gratis,” kata Kaharudin.

Hingga saat ini, infrastruktur yang dibangun yayasan telah menjangkau sekitar 430 rumah tangga yang tersebar di enam desa/kelurahan di tiga kecamatan, meliputi Baliara Selatan, Baliara Kota, Sikeli, Lahambuu, Teomokole, hingga Langkema.

“Intinya sudah tiga kecamatan yang kami layani. Sampai hari ini tidak ada pengguna yang mengeluh, bahkan masyarakat berlomba-lomba mau pasang.” jelasnya.

Klarifikasi pihak pengelola diperkuat oleh testimoni warga yang merasa terbantu. Abdulah, warga Kelurahan Sikeli, mengungkapkan bahwa kehadiran layanan dari yayasan ini menjadi solusi atas kegagalan proyek perpipaan sebelumnya yang seringkali tidak bertahan lama.

“Dari dulu kami tidak pernah merasakan air bersih. Kalau bantuan perpipaan dari pemerintah, biasanya hanya bertahan satu dua hari saja,” ujar Abdulah.

Terkait biaya bulanan, ia menilai hal tersebut wajar mengingat manfaat yang diterima dan kemudahan akses instalasi di awal program.

“Bukan memberatkan. Kalau tidak ada iuran, siapa yang akan mengurus? Apalagi pemasangan pipanya gratis,” tutupnya.

Hingga kini, program penyaluran air bersih ini terus berjalan dan menjangkau wilayah pesisir Pulau Kabaena hingga ke Pulau Sogori, memberikan akses air minum yang selama ini sulit didapatkan masyarakat setempat. (*)

Example 300250
Example 120x600