Kendari, Sultrust.com – Solidaritas alumni Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) kini tengah menjadi sorotan setelah aksi demonstrasi yang mengatasnamakan ikatan alumni kampus tersebut diduga tidak murni dan telah disusupi oleh oknum-oknum luar yang tidak memiliki legitimasi sebagai bagian dari keluarga besar alumni.
Pasalnya, narasi yang dibawa dalam aksi tersebut dinilai berseberangan dengan tradisi intelektual dan etika akademik yang selama ini dijunjung tinggi oleh institusi. Salah satu Alumni Unsultra, Indra Maranai, S.H., menegaskan bahwa aspirasi alumni seharusnya bersifat konstruktif dan berpijak pada data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Indra melihat adanya kontradiksi antara tuntutan massa dengan fakta hukum yang sebenarnya sudah bersifat final atau inkrah.
“Namun yang terjadi justru sebaliknya. Tuntutan yang disuarakan dalam aksi tersebut sebagian besar berkaitan dengan persoalan yang sejatinya telah memiliki kekuatan hukum tetap,” kata Indra, Rabu (4/2/2026).
Lanjut, kata Indra keterlibatan massa yang diduga bukan berasal dari kalangan alumni menjadi indikasi kuat adanya agenda tertentu yang sengaja ditunggangi oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
“Kalau melihat komposisi massa dan narasi yang dibangun, sangat terlihat adanya penyusupan. Ini berbahaya karena bisa menyesatkan opini publik dan mencoreng nama baik alumni Unsultra secara keseluruhan,” tegasnya.
Saat ini, proses akademik di Unsultra dipastikan tetap berjalan kondusif sesuai prinsip Tridharma Perguruan Tinggi. Indra mengingatkan agar tidak ada pihak luar yang mencampuri urusan internal yayasan maupun universitas demi menjaga stabilitas menjelang dimulainya masa perkuliahan.
“Jika ini terus dibiarkan, yang terganggu bukan hanya stabilitas kampus, tetapi juga ketertiban umum, apalagi perkuliahan akan segera berjalan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Indra mendorong agar pihak-pihak yang merasa dirugikan memilih jalur hukum yang sah daripada melakukan aksi yang berpotensi mengganggu proses belajar mengajar di kampus.
“Silakan bertarung di meja hijau. Jangan mengorbankan kepentingan mahasiswa dan proses akademik yang harus tetap berjalan,” tegas Indra.
Ia mengakhiri pernyataannya dengan menekankan pentingnya pembuktian legitimasi bagi siapa pun yang membawa nama alumni, guna menjaga marwah institusi dari kepentingan-kepentingan tersembunyi.
“Alumni Unsultra secara umum menjunjung tinggi hukum dan etika akademik. Setiap pihak yang mengatasnamakan alumni harus mampu menunjukkan legitimasi dan tujuan yang jelas,” pungkasnya. (*)



















