Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

KSOP dan Ditjen Hubla Temukan “Temuan Mayor” pada KM Simba 1, Keselamatan Pelayaran Nataru Diperketat

154
×

KSOP dan Ditjen Hubla Temukan “Temuan Mayor” pada KM Simba 1, Keselamatan Pelayaran Nataru Diperketat

Share this article
Tim Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal (PPKK) Ditjen Perhubungan Laut bersama KSOP Kendari melakukan inspeksi mendadak pada KM Simba 1. // Dok : ist
Example 468x60

Kendari, Sultrust.com – Menjelang lonjakan arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, pengawasan keselamatan pelayaran di Pelabuhan Pangkalan Perahu kembali diperketat.

Tim Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal (PPKK) Ditjen Perhubungan Laut bersama KSOP Kendari melakukan inspeksi mendadak, sebuah langkah yang mereka sebut krusial untuk memastikan seluruh kapal benar-benar layak membawa penumpang pada musim perjalanan tersibuk di akhir tahun.

Example 300x600

Dalam uji kelayakan tersebut, tim menemukan sejumlah kekurangan kritis pada KM Simba 1. Temuan yang dikategorikan sebagai “temuan mayor” itu langsung memicu atensi serius, mengingat kapal tersebut melayani rute padat dan berpotensi mengangkut ribuan penumpang selama puncak arus mudik.

“Dari pemeriksaan KM Simba 1, ada beberapa temuan yang harus segera ditangani agar keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas,” ujar Suwandi, Penata Keselamatan Pelayaran Ditjen Hubla, pada Selasa (25/11/2025).

Suwandi menekankan bahwa seluruh alat dan fasilitas keselamatan wajib dipastikan dalam kondisi operasional penuh sebelum kapal diperbolehkan melayani penumpang. Ia bahkan menegaskan tidak ada ruang kompromi bagi operator yang mengabaikan standar keselamatan.

“Jika tidak dipenuhi, maka konsekuensinya jelas, kapal tidak diizinkan berlayar,” tegas Suwandi.

Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Kelas II Kendari, Leksono Kuncoro Budi Widodo, juga menilai hasil pemeriksaan kali ini patut menjadi perhatian serius bagi operator kapal.

“Hari ini KSOP Kendari mendampingi uji kelayakan kapal penumpang. Dari pemeriksaan, masih ditemukan beberapa temuan mayor,” jelas Leksono.

Ia memastikan proses inspeksi tidak akan berhenti pada satu kapal saja. Seluruh kapal penumpang yang beroperasi di wilayah Kendari akan menjalani pemeriksaan menyeluruh sebagai langkah memastikan standar keselamatan terpenuhi, terutama menjelang periode ketika pelabuhan dipadati penumpang.

Pengetatan ini diharapkan dapat meminimalsir risiko kecelakaan laut sekaligus menjamin kelancaran arus mudik Nataru 2025. (*)

Example 300250
Example 120x600