Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
News

Dugaan Napi Berkeliaran, Kakanwil Didesak Segera Copot Kepala Rutan Unaaha

339
×

Dugaan Napi Berkeliaran, Kakanwil Didesak Segera Copot Kepala Rutan Unaaha

Share this article
Aksi demonstrasi DPW Pemuda Lira Sultra di Kanwil Kemenkum HAM Sultra, mendesak pencopotan Kepala Rutan Kelas IIB Unaaha. Foto: Dok. Sultrust.id.
Example 468x60

Massa aksi yang tergabung dalam lembaga DPW Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sultra mendatangani Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkum HAM Sultra, untuk mendesak Kepala Kanwil Kemenkum HAM Sultra segera mencopot Kepala Rutan Kelas IIB Unaaha, Herianto, Rabu (3/3).

Desakan tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, Kepala Rutan Kelas IIB Unaaha diduga telah melakukan pembiaran terhadap salah seorang Napi yakni Imanuddin, berkeliaran di Kota Kendari dan bertemu Bupati Konkep, Amrullah di salah satu rumah makan di Kota Kendari.

Example 300x600

Ketua DPW Pemuda Lira Sultra, Sartito mengatakan, penegakan hukum di Indonesia harus benar-benar dilakukan, tanpa memandang status jabatan seseorang.

Olehnya itu, pria yang populer dengan sapaan Tito ini meminta Kepala Kanwil Kemenkum HAM Sultra mengambil langkah tegas, dengan melakukan pencopotan terhadap Kepala Rutan Kelas IIB Unaaha.

Kakanwil Kemenkum HAM Sultra, Silvester Sili Laba menemui massa aksi dari DPW Pemuda Lira Sultra. Foto: Dok. Sultrust.id.

Tito menambahkan, bahwa pihaknya menduga surat izin pemerikasaan kesehatan hanya dijadikan alasan, agar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Konkep itu bisa bebas berkeliaran, dan bertemu Bupati Konkep.

Sebab, lanjutnya, dari pemberitaan di salah satu media online, Kepala Rutan Kelas IIB Unaaha menyebutkan, bahwa Imanuddin keluar untuk sesuatu hal terkait persiapan pelantikan bupati.

Hal tersebut sejalan dengan fakta di lapangan, dimana Imanuddin menemui Bupati Konkep jelang agenda pelantikan.

“Artinya, Kepala Rutan tau kalau Napi ini keluar untuk ketemu bupati. Ada apa dengan Imanuddin ini, kenapa terkesan diistimewakan,” ujar Tito.

“Yang menjadi anehnya, keluar berobat tetapi kenapa sampai diberikan waktu hampir satu hari. Kalau hanya berobat saja, mengecek kesehatan saya kira tidak masuk akal seperti begitu waktunya. Dan parahnya lagi ternyata Imanuddin ini pergi bertemu Bupati Konkep, dan mereka tertangkap CCTV rumah makan Aroma Labakang, ” ungkapnya.

Aksi demonstrasi DPW Pemuda Lira Sultra mendesak pencopotan Kepala Rutan Kelas IIB Unaaha. Foto: Sultrust.id.

 

Tito juga menyoroti pernyataan Imanuddin dan Herianto (Ka Rutan) terkait izin tersebut yang tak singkron. Sebab, pada saat diwawancara media, Imanuddin mengaku keluar dengan izin untuk berobat, karena politisi PKB itu punya rekam medik penyakit jantung.

“Sedangkan Kapala Rutan bilang bahwa Imanudin Izin untuk keperluan berobat sekaligus bertemu dengan Bupati Konkep persiapan pelantikan bupati. Nah, ini kan lucu seperti ini. Herannya lagi, Imanuddin ini bebas menggunakan handphone untuk berkomunikasi,” bebernya.

Menanggapi tuntutan massa aksi, Kakanwil Kemenkumham Sultra, Silverster Sili Laba mengatakan, bahwa pihaknya akan melakukan telaah dan pendalaman terkait persoalan tersebut.

“Saya sangat berterima kasih atas aspirasi dari LIRA Sultra. Hal ini merupakan kritik dan saran untuk pembenahan Kemenkumham Sultra,” katanya.

Dia juga menambahkan, jika terbukti seperti yang disampaikan DPW Pemuda Lira Sultra, maka pihaknya akan memberikan sanksi kepada Kepala Rutan Kelas IIB Unaaha. (p2/mr)

Example 300250
Example 120x600