Kolaka, Sultrust.com – Sebuah video berdurasi singkat yang memperlihatkan kobaran api besar dan asap membumbung tinggi di area pabrik smelter PT Ceria Nugraha Indotama (PT CNI), Kecamatan Wolo, mendadak viral di media sosial.
Tayangan tersebut memicu pertanyaan publik dan melahirkan berbagai spekulasi liar, termasuk dugaan telah terjadi kebakaran hebat di fasilitas industri nikel tersebut.
Merespons hal ini, salah satu karyawan lokal yang berada di lokasi kejadian memberikan klarifikasi langsung melalui sebuah video. Ia membenarkan bahwa nyala api besar memang terlihat di area tungku smelter, namun menegaskan bahwa hal itu merupakan bagian dari proses operasional normal dalam peleburan nikel.
“Tungku peleburan bekerja pada suhu yang sangat tinggi. Nyala api dan asap tebal memang terlihat ekstrem, tetapi itu adalah bagian rutin dari proses industri,” jelasnya di dalam video yang diterima media ini, Rabu (6/8/2025).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut tetap berada dalam batas aman selama sistem pengamanan dan prosedur standar operasional (SOP) dijalankan dengan benar. Menurutnya, kejadian tersebut adalah insiden teknis yang tidak menimbulkan korban jiwa maupun ledakan.
“Yang terjadi kemarin adalah insiden teknis yang membuat nyala api lebih besar dari biasanya, sehingga asap tampak membumbung tinggi. Namun, sistem pengamanan bekerja dengan baik dan petugas teknis langsung menangani situasi dengan cepat dan profesional,” katanya.
Karyawan tersebut juga menyayangkan beredarnya video tanpa konteks yang tepat, apalagi disertai narasi menyesatkan yang justru memperkeruh suasana. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk ketidakbijakan dalam penggunaan media sosial.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak langsung percaya pada informasi viral tanpa klarifikasi dari sumber resmi. Smelter memang tampak ekstrem, tapi seluruh proses dijalankan dengan sistem dan pengawasan yang ketat,” Pungkasnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk lebih cermat dan bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi, demi menjaga ketenangan dan keamanan bersama di lingkungan industri maupun masyarakat sekitar. (*)



















