Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
News

Mengenal Pulau Lara: Surga Tersembunyi dengan Pasir Pantai Keemasan yang Masih Jarang Dijejaki Wisatawan

352
×

Mengenal Pulau Lara: Surga Tersembunyi dengan Pasir Pantai Keemasan yang Masih Jarang Dijejaki Wisatawan

Share this article
Jurnalis Jalan-Jalan Sulawesi Tenggara (J3 Sultra) di Pulau Lara, kabupaten Konawe Selatan. Foto : Salman
Example 468x60

Konsel, Sultrust.com – Di balik hamparan pesisir Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, tersembunyi sebuah pulau kecil yang menanti untuk dijelajahi.

Namanya Pulau Lara. Sebuah destinasi wisata yang belum banyak dikenal, tapi menyimpan pesona alam luar biasa yang sanggup membuat siapa pun jatuh cinta pada pemandangan alamnya yang asri.

Example 300x600

Terletak di Desa Wawatu, Kecamatan Moramo Utara, Pulau Lara hadir sebagai tempat pelarian ideal bagi mereka yang rindu akan ketenangan, jauh dari bisingnya kota dan hiruk-pikuk wisata komersial.

Pulau ini menawarkan panorama alam yang masih alami, pasir berwarna cokelat keemasan yang unik, barisan pohon hijau yang rindang, dan air laut tenang tanpa ombak besar.

Tidak hanya indah dipandang, kondisi perairan di sekitar pulau juga sangat cocok untuk aktivitas seperti snorkeling dan belajar menyelam bagi pemula.

Satu hal yang membuat Pulau Lara berbeda dari kebanyakan pantai lainnya adalah karakter pasirnya. Butiran pasirnya berukuran besar, memberikan nuansa eksotis yang jarang ditemui di tempat lain. Halaman pantainya yang luas juga ideal untuk berkemah atau sekadar duduk santai menikmati matahari terbenam.

Namun, pesona Pulau Lara belum banyak diketahui publik. Kurangnya promosi dan minimnya fasilitas membuat pulau ini belum menjadi tujuan wisata arus utama. Padahal, potensi alam yang dimilikinya sangat besar jika dikembangkan dengan konsep wisata berkelanjutan.

Akses menuju Pulau Lara pun tidak sulit. Dari Kota Kendari, wisatawan hanya perlu menempuh perjalanan darat sekitar 30–40 menit ke Desa Wawatu. Dari sana, penyebrangan dengan kapal menuju pulau memakan waktu sekitar 15–20 menit.

Tarif sewa kapal berkisar antara Rp350 ribu hingga Rp400 ribu untuk layanan antar-jemput, tergantung kapasitas penumpang.

Meski belum tersedia fasilitas lengkap, petualangan ke Pulau Lara menjanjikan pengalaman yang tidak biasa. Wisatawan disarankan membawa persediaan air bersih dan perlengkapan pribadi, karena pulau ini belum memiliki sumber air tawar.

Bagi pencinta alam, ketenangan, dan petualangan minim jejak manusia, Pulau Lara adalah destinasi yang patut masuk daftar kunjungan selanjutnya. Sebuah surga kecil yang masih menunggu untuk ditemukan. (*)

Example 300250
Example 120x600