Kendari, Sultrust.com — Partai Golkar memutuskan menunda pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang semula dijadwalkan pada Minggu, 26 Oktober 2025.
Namun di balik penundaan itu, tersimpan alasan yang lebih dari sekadar teknis. Ketua Umum Partai Golkar dikabarkan ingin hadir langsung di tanah kelahirannya.
Keputusan tersebut disampaikan Ketua Panitia Musda, Abu Hasan, bersama Sekretaris DPD Golkar Sultra Muhammad Basri dan Komite Pengarah Musda Dewiyati Tamburaka, di Kantor DPD Golkar Sultra, Jumat (24/10/2025).
“Penundaan ini semata-mata karena pada waktu bersamaan Bapak Ketua Umum mendampingi Bapak Presiden dalam kunjungan kerja ke luar negeri. Beliau sangat berkeinginan hadir langsung di Musda ke-XI Golkar Sultra,” ujar Abu Hasan.
Menurutnya, penundaan itu sekaligus mencerminkan hubungan emosional antara Ketua Umum dan Sulawesi Tenggara, daerah yang telah membentuk perjalanan panjangnya dalam politik nasional.
“Bagi beliau, kehadiran di Musda Sultra memiliki nilai khusus, sama halnya seperti saat menghadiri kegiatan di Papua. Karena itu, DPP menunda agar beliau bisa hadir langsung,” tambahnya.
Abu Hasan menepis anggapan bahwa keputusan DPP terkait dinamika internal partai. Ia memastikan seluruh elemen Golkar Sultra tetap solid dan siap melaksanakan Musda kapan pun jadwal baru ditetapkan.
“Sampai hari ini internal dan eksternal Partai Golkar sangat kondusif. Tidak ada gejolak yang memengaruhi kinerja panitia maupun pengurus DPD,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa panitia sejatinya telah mempersiapkan segala sesuatu untuk pelaksanaan Musda sesuai jadwal semula. Namun sebagai bagian dari struktur partai yang menjunjung disiplin organisasi, keputusan DPP tetap menjadi pegangan utama.
“Sejak keluarnya SK Panitia Penyelenggara, kami terus menunggu arahan dari DPP dengan penuh kesabaran. Bahkan minggu lalu sudah ada surat perintah pelaksanaan pada 26 Oktober. Namun karena kami tegak lurus terhadap DPP, kami menghargai DPP Golkar, dan kami menjaga marwah partai, maka kami menerima keputusan ini dan menunggu jadwal baru,” kata Abu Hasan.
DPD Golkar Sultra kini menanti jadwal baru dari DPP. Sembari menunggu, seluruh kader di daerah disebut tetap menjaga soliditas dan optimisme, menyambut momen penting ketika sang putra daerah kembali hadir langsung di panggung beringin Sultra. (*)



















