Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
News

Damai Berujung Ricuh, FNBI : Dipicu Aksi Brutal Humas dan Sekuriti PT. VDNI

539
×

Damai Berujung Ricuh, FNBI : Dipicu Aksi Brutal Humas dan Sekuriti PT. VDNI

Share this article
Aksi demonstrasi buruh di PT. VDNI yang berlangsung ricuh.
Example 468x60

Ketua Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) Kabupaten Konawe, Irfan mengatakan, bahwa aksi demonstrasi pihaknya bersama tiga organisasi buruh lainnya yakni Serikat Buruh Tempat Kerja (SBTK) PT. Virtu Dragon Nikel Industri (VDNI) dan PT. Obsidian Stainless Steel (OSS), SPTK dan KSPN dijalankan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.

“Hingga saat front akan menggelar aksi demonstrasi, kegiatan dilakukan dengan tata cara yang baik. Ini dilakukan karena sejak awal front berdemonstrasi murni menuntut hak-hak normatifnya,” ujar Irfan melalui keterangan tertulisnya, Selasa (15/12).

Example 300x600

Dia juga menjelaskan, bahwa sejak pagi hari, pekerja atau buruh sudah berkumpul di titik kumpul sesuai dengan yang telah disepakati bersama dan menggunakan perlengkapan seperti pengeras suara (soundsistem, megafound), pernyataan sikap, spanduk, bendera dan atribut organisasi masing-masing serikat yang tergabung dalam front. Massa aksi berkumpul di area kos-kosan kampung jawa, yang jaraknya tidak terlalu jauh dari pintu masuk perusahaan PT. VDNI.

“Jelang sekitar pukul 09.00 Wita, massa aksi bergerak menuju pintu masuk perusahaan sambil melakukan orasi secara bergantian, melakukan aksi demonstrasi menuntut kejelasan status perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT), dan menuntut kenaikan upah bagi pekerja/buruh yang sudah lebih dari satu tahun bekerja,” jelas Irfan.

Namun, kata dia, sesaat sebelum sampai di depan pintu masuk perusahaan, tiba-tiba saja massa aksi dihadang oleh pihak Humas perusahaan secara brutal dengan melakukan kontak fisik, bahkan melakukan pelemparan kepada massa aksi sehingga terjadi gesekan dan adu jotos yang mengakibatkan pengeras suara megafound dirampas hingga rusak, dan satu orang massa aksi
mengalami luka di bagian kepala.

Namun, lanjut Irfan, kejadian itu tidak menyurutkan massa aksi dan tetap melakukan aksi dan berorasi menggunakan sound system yang telah disiapkan. Beberapa saat kemudian, ketika massa sedang melakukan aksi dan orasi secara bergantian, tiba-tiba Kapolres Konawe berinisiasi masuk di tengah massa aksi untuk diberi kesempatan menyampaikan pendapat.

Selanjutnya, massa aksi memberikan kesempatan kepada Kapolres Konawen untuk menyampaikan arahannya. Kapolres Konawe meminta agar aksi dihentikan dan pihaknya akan menfasilitasi pertemuan buruh dengan pihak perusahaan, terutama kepada Mr. Tony selaku penentu kebijakan di perusahaan. Namun tawaran Kapolres itu ditolak oleh massa aksi karena pertemuan itu sudah pernah dilakukan tetapi mengalami kegagalan, karena Mr. Tony tidak hadir.

Sehingga, dengan terpaksa Kapolres turun dari sound system dan seketika itu tiba-tiba seorang oknum aparat yang diduga provos yang mengawal Kapolres mencabut kabel mic.

“Sekitar pukul 13.00 Wita, ditengah berlangsungnya aksi yang sejak awal Humas perusahaan sudah memancing keributan dengan memaki menggunakan kata-kata kasar yang tidak beretika. Sekejap dari arah berjaganya pihak kepolisian yang juga di belakangnya berdiri sekuriti dan Humas perusahaan terjadi pelemparan batu, yang diduga dilakukan oleh salah seorang oknum sekuriti perusahaan. Akibat pelemparan itu memancing reaksi massa aksi hingga terjadi saling lempar. Suasana pun semakin tidak terkendali sehinnga masing-masing korlap serikat yang tergabung dalam front mengarahkan seluruh anggotanya untuk tarik diri dari tempat/titik aksi dan memberhentikan demostrasi saat itu juga,” ungkap Irfan. (p4/ik)

 

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *