Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Economy

BI Sultra: Pertanian Jadi Penopang Utama Pertumbuhan Ekonomi 2024

477
×

BI Sultra: Pertanian Jadi Penopang Utama Pertumbuhan Ekonomi 2024

Share this article
Kantor BI perwakilan Sulawesi Tenggara. // Dok : ist
Example 468x60

Kendari, Sultrust.com – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) menilai perekonomian daerah ini terus menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah dinamika ekonomi nasional.

Sepanjang 2024, ekonomi Sultra tumbuh sebesar 5,40 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 5,35 persen.

Example 300x600

Kepala KPw BI Sultra, Doni Septadijaya, mengatakan bahwa pertumbuhan tersebut tetap solid karena ditopang oleh sektor-sektor produktif, terutama pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

“Sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar pada pertumbuhan ekonomi tahun 2024 sebesar 23,48%, kemudian yang kedua sektor pertambangan sebesar 21,13%, ketiga sektor industri pengolahan 9,40%, dan terakhir sektor lainnya sebesar 45,99%,” ungkapnya, Jumat (14/2/2025).

Menurut Doni, capaian itu menunjukkan Sultra masih mampu menjaga performa ekonominya di atas rata-rata nasional. Keberhasilan itu tidak lepas dari dukungan kebijakan pemerintah daerah yang berfokus pada penguatan sektor unggulan, terutama melalui ekspansi lahan pertanian dan peningkatan produktivitas pangan.

“Hal ini didorong oleh sektor unggulan, khususnya pertanian. Pada tahun 2024, program pemerintah daerah terkait perluasan lahan pertanian terlihat berhasil, mendukung peningkatan produksi dan menjaga inflasi tetap stabil,” ujarnya.

Secara komparatif, Doni menjelaskan kontribusi sektor pertanian Sultra masih lebih dominan dibandingkan provinsi tetangga seperti Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Maluku Utara (Malut).

“Sulteng hanya menyumbang 15,80%, sementara Malut sebesar 12,44%. Pada tahun 2024, sektor pertanian Sultra mencapai Rp26 triliun, jauh di bawah Sulteng dan Malut,” katanya.

Selain sektor pertanian, sektor pertambangan dan industri pengolahan juga mencatatkan kontribusi yang signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Doni menyebut, sektor pertambangan Sultra menyumbang Rp22 triliun, sementara industri pengolahan mencapai Rp11 triliun sepanjang 2024.

“Dengan potensi sektor pertanian yang besar, Sultra diharapkan dapat terus meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional, sekaligus memperbaiki kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya.

Dengan performa ekonomi yang konsisten dan basis pertanian yang kokoh, BI Sultra menilai Sulawesi Tenggara masih menjadi salah satu provinsi yang paling prospektif dalam menopang pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia. (*)

Example 300250
Example 120x600