Jakarta, Sultrust.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk terus memperdalam integritas pasar modal nasional melalui langkah-langkah kebijakan yang terukur.
Fokus ini diperkuat dengan penerapan delapan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal yang mencakup aspek transparansi hingga penegakan hukum.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa arah kebijakan pasar modal saat ini sudah berada di jalur yang tepat. Pengakuan awal dari lembaga internasional seperti MSCI dianggap sebagai sinyal positif bahwa kebijakan transparansi yang ditempuh Indonesia telah memenuhi standar global.
“Ke depan, implementasi langkah-langkah reformasi akan terus dijaga agar berjalan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan, serta diperkuat melalui koordinasi aktif dengan berbagai pihak, termasuk pelaku pasar global,” kata Friderica.
Implementasi delapan rencana aksi tersebut bertujuan untuk mengatasi berbagai tantangan di pasar modal, termasuk penguatan likuiditas dan pendalaman pasar. OJK juga berfokus pada granularitas klasifikasi investor guna memastikan setiap aktivitas transaksi dapat terpantau secara transparan dan akuntabel.
Melalui langkah konkret ini, OJK berharap pasar modal Indonesia tidak hanya menjadi wadah investasi yang produktif, tetapi juga aman bagi seluruh kategori investor.
Penguatan tata kelola dan penegakan hukum di pasar modal diyakini akan menjadi fondasi utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif serta meningkatkan kepercayaan para pelaku pasar, baik domestik maupun mancanegara. (*)



















