Kendari, Sultrust.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi membuka gelaran Sultra Maimo Sharia Fest 2026 pada Jumat (24/4/2026).
Momentum ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Sulawesi Tenggara, sekaligus bertepatan dengan perayaan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara.
Ekonomi syariah Indonesia saat ini menempati posisi yang kian diperhitungkan di kancah internasional. Berdasarkan data State of the Global Islamic Economy Indicator (SGIE) 2025, Indonesia berhasil mempertahankan peringkat ketiga dunia. Keunggulan ini terutama terlihat pada sektor fesyen muslim, obat-obatan, dan pariwisata ramah muslim.
Di tingkat daerah, Bank Indonesia berupaya menyelaraskan pertumbuhan tersebut melalui pengembangan sektor unggulan Halal Value Chain (HVC). Melalui festival ini, BI Sultra memfokuskan program pada penguatan unit usaha kecil menengah agar mampu menembus pasar yang lebih luas.
Salah satu inisiatif utama yang diusung adalah pembentukan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS). Selain itu, para pelaku UMKM juga difasilitasi dalam pengurusan sertifikasi halal serta program business matching pembiayaan syariah.
Langkah ini bertujuan untuk memperkecil celah antara indeks literasi keuangan syariah yang sudah mencapai 43,42% dengan tingkat inklusi yang masih berada di level 13,41%.
Melalui sinergi ini, diharapkan kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) Syariah nasional dapat terus meningkat sesuai target sebesar 56,11% pada tahun 2029, guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara. (*)



















