Kendari, Sultrust.com – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tenggara memperluas jangkauan layanan keuangan hingga ke pelosok kepulauan Wakatobi melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) tahun 2025.
Dalam kegiatan itu, BI menyalurkan uang layak edar senilai Rp22,1 miliar untuk kebutuhan transaksi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Kepala KPw BI Sultra, Edwin Permadi, mengungkapkan bahwa dana tersebut terdiri atas pecahan besar dan kecil yang disebar ke lima pulau utama, yakni Wanci, Kaledupa, Tomia, Binongko, dan Runduma.
“Dana modal kerja sebesar Rp22,1 miliar itu terdiri dari uang pecahan besar Rp20 miliar dan uang pecahan kecil sebesar Rp2,1 miliar,” kata Edwin Permadi di Kendari, Selasa (6/5/2025).
Menurut Edwin, pelaksanaan ERB bukan hanya sekadar distribusi uang, tetapi juga menjadi sarana memperkuat pemahaman masyarakat mengenai rupiah.
“Upaya ini merupakan bagian ikhtiar bersama dalam membangun Indonesia maju dari kota ke pelosok, dan selanjutnya dilakukan penukaran uang dan edukasi cinta bangga paham rupiah dan QRIS kepada masyarakat di wilayah itu,” ujarnya.
Program ERB sendiri telah dijalankan sejak 2022 dengan modal kerja awal sebesar Rp8 miliar. Tahun ini, nilainya meningkat hampir tiga kali lipat menjadi Rp22,1 miliar.
“ERB 2025 dilaksanakan pada tanggal 25 April sampai dengan 1 Mei 2025,” sebut Edwin.
Ia menjelaskan, distribusi uang rupiah di kawasan kepulauan menghadapi tantangan tersendiri. Akses geografis yang sulit dan keterbatasan infrastruktur membuat sebagian wilayah belum terjangkau secara optimal.
“Kawasan 3T merupakan tantangan tersendiri bagi distribusi uang rupiah layak edar baik dalam jaringan kantor wilayah BI maupun perbankan,” jelasnya.
Selain itu, perilaku masyarakat dalam memperlakukan uang juga menjadi perhatian.
“Kondisi ini mendorong pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya merawat rupiah,” katanya.
Edwin berharap, kegiatan ekspedisi ini tidak hanya menjaga ketersediaan uang layak edar, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap simbol kedaulatan negara. Ia berharap kegiatan ERB dapat menjadi langkah bersama untuk membangun Indonesia maju dari kota hingga ke pelosok negeri.



















