Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

BI Sultra Dorong Ekonomi Hijau Lewat Dukungan Budidaya Maggot di Konawe

630
×

BI Sultra Dorong Ekonomi Hijau Lewat Dukungan Budidaya Maggot di Konawe

Share this article
BI Sultra saat berkunjung ditempat pembudidayaan maggot di Konawe. // Dok : ist
Example 468x60

Konawe, Sultrust.com – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) tak hanya berperan dalam menjaga stabilitas moneter, tetapi juga mulai menapaki ruang ekonomi hijau lewat dukungan terhadap pengelolaan sampah organik berbasis maggot.

Salah satu penerima manfaat dari inisiatif tersebut adalah Bank Sampah Bumi Mepokoaso di Kabupaten Konawe yang digagas oleh Aswan.

Example 300x600

Selama tiga tahun terakhir, Aswan bersama timnya menekuni budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan limbah organik sekaligus sumber ekonomi baru. Di tengah melimpahnya sampah organik di Konawe, inovasi ini menjadi jawaban atas dua tantangan sekaligus lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

“Saya mulai budidaya larva maggot tiga tahun lalu. Awalnya hanya skala kecil atau rumahan yang berfokus mempelajari siklus perkembangan maggot,” ujar Aswan, Selasa (4/2/2025).

Konsistensi Aswan menarik perhatian berbagai pihak, termasuk BI Sultra yang melihat potensi besar dari model usaha hijau tersebut. Sebagai bentuk dukungan nyata, BI menyalurkan bantuan berupa mesin ekstraksi minyak maggot, salah satu produk turunan bernilai tinggi yang kini mulai banyak dilirik industri.

“Kami sudah memiliki mesin dari BI untuk produksi minyak maggot, namun belum kami uji coba,” kata Aswan.

Minyak maggot dikenal memiliki kandungan kolagen yang dapat dimanfaatkan untuk kosmetik dan obat luar. Selain itu, larva maggot menjadi bahan pakan alternatif bernutrisi tinggi bagi ikan dan unggas—membuka peluang usaha baru di sektor perikanan dan peternakan.

Tak hanya BI, sejumlah instansi dan pelaku swasta juga mulai tertarik menjalin kolaborasi dengan Bank Sampah Bumi Mepokoaso. “Bukan hanya BI, banyak juga pihak swasta yang tertarik berkolaborasi dengan kami. Salah satu mitra terbaru adalah PT MIDI Indonesia Sulawesi Tenggara (Sultra), yang bekerja sama dalam program Kampung Merdeka Sampah,” tutur Aswan.

Dukungan ini menegaskan peran BI Sultra sebagai katalis dalam pengembangan ekonomi hijau berbasis komunitas. Dengan pendekatan keberlanjutan, BI turut memperkuat upaya pengurangan timbulan sampah yang selama ini membebani daerah.

Meski demikian, Aswan mengakui, budidaya maggot bukan tanpa tantangan. Ancaman hama seperti tikus, semut, dan burung kerap mengganggu proses pembesaran larva. “Tantangan utamanya adalah ketersediaan pakan yang harus selalu ada. Setiap hari kami harus mengangkut limbah organik dari sisa makanan di restoran, pasar, dan hotel,” ucapnya.

Proses budidaya maggot sendiri relatif singkat. Telur lalat tentara hitam (Black Soldier Fly) menetas dalam tiga hari, lalu dibesarkan selama 16 hari di biopond hingga menjadi larva siap panen. “Untuk pupa maggot, harus berusia 21 hari sebelum dipindahkan ke kandang lalat BSF untuk berkembang menjadi lalat dewasa dan menghasilkan telur baru,” jelas Aswan.

Permintaan pasar terhadap maggot terus meningkat, terutama dari sektor perikanan. Melihat potensi itu, Aswan berharap pemerintah lebih aktif dalam memberi pendampingan kepada pembudidaya lokal. “Saat ini, binaan kami sudah ada 40 pembudidaya yang tergabung dalam Koperasi Bumi Maggot Mandiri. Kami berharap pemerintah lebih fokus dalam mendukung usaha ini,” katanya.

Aswan juga mengajak generasi muda untuk terlibat dalam budidaya maggot yang tidak hanya menjanjikan secara ekonomi, tetapi juga berdampak positif bagi lingkungan. “Semoga pihak swasta dan BUMN lebih memperhatikan dan mau terlibat dalam kegiatan lingkungan seperti budidaya maggot yang mampu mereduksi sampah organik dalam jumlah besar,” tutupnya.

Melalui dukungan BI Sultra dan sinergi lintas sektor, budidaya maggot di Konawe kini bukan lagi sekadar pengelolaan limbah, melainkan model ekonomi hijau yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi di masa depan. (*)

Example 300250
Example 120x600