SULTRUST.ID – Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menargetkan 90 ribu pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Hal tersebut diungkapkan Deputi Kepala Perwakilan BI Sultra, Aryo Wibowo Prasetyo saat menggelar kegiatan Bincang Bareng Media (BBM) di Claro Hotel Kendari.
Dikesempatan tersebut, Aryo Wibowo Prasetyo menjelaskan, QRIS ini merupakan sebuah kanal pembayaran digital dengan menyatukan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan satu QR Code saja.
Untuk itu, dirinya mengungkapkan, bahwa pihaknya menargetkan pengguna QRIS di Sultra bakal mencapai 90 ribu pengguna.
Sementara QRIS di Sultra sekarang ini, kata Aryo Wibowo, baru mencapai 30 ribu pengguna, atau kurang lebih 25 persen saja. Untuk itu, dalam mencapai target 90 ribu pengguna QRIS, BI membutuhkan sinergitas bersama pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas, atau para pelaku usaha, agar menggunakan QRIS secara optimal.
“Karena untuk mendukung ekosistem digital, targetnya kedepan itu makin berat, masih ada sisa 75 persen lagi untuk menuju 90 ribu pengguna,” kata Aryo Wibowo.
Lebih lanjut, Ia menyebutkan, pihaknya juga melakukan pendekatan dalam sosialisasi penggunaan QRIS melalui komunitas, salah satunya pasar tradisional.
“Kemudian strategisnya adalah para ASN, targetnya 125 ribu pegawai negeri menggunakan QRIS,” ujarnya.
Ia menambahkan, mengenai pasar siap QRIS, BI bekerjasama dengan Perumda, dan Kadin Sultra akan melakukan pasar siap QRIS dan pojok QRIS.
“Termasuk pasar murah melalui QRIS,” pungkasnya.
Laporan : Salman
Editor : Iks



















