Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
News

Polemik Seleksi Paskibraka, Ketua KNPI Sultra Sebut Ali Mazi Nepotisme

323
×

Polemik Seleksi Paskibraka, Ketua KNPI Sultra Sebut Ali Mazi Nepotisme

Share this article
Ketua KNPI Sultra, Hendrawan Sumus Gia.
Example 468x60

SULTRUST.ID – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sultra, Hendrawan Sumus Gia menyebut Gubernur Ali Mazi nepotisme dalam seleksi pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Sultra.

Pasalnya, tetiba Gubernur Sultra mengganti Doni Amansah, siswa SMAN 1 Unaaha, Kabupaten Konawe.

Example 300x600

Gubernur Sultra memilih untuk menunjuk Wira yang merupakan siswa dari Kota Baubau. Alhasil, dua perwakilan Sultra ke tingkat nasional berasal dari daerah asal Gubernur Sultra, Ali Mazi.

Olehnya itu, Hendrawan Sumus Gua mensinyalir seleksi Paskibraka tahun ini sarat akan nepotisme oleh Gubernur Sultra.

Bertepatan dengan hari ulang tahun KNPI Sulra yang ke 50 tahun ini, Hendrawan mengungkapkan, bahwa dirinya memahami betul apa yang di rasakan oleh Doni Amansa setelah dicoret sebagai salah satu anggota Paskibraka.

Lanjut, karena menurut Hendrawan, mejadi salah satu Paskibraka di Istana Merdeka itu adalah impian dari seluruh siswa SMA di seluruh Indonesia.

“Padahal berdasarkan bukti-bukti yang disampaikan pengacara Doni kepada saya, saya meyakini betul bahwa Doni adalah yang paling berhak mewakili Sultra di ajang Paskibraka Nasional,” ujar Hendrawan.

Lebih lanjut, kata Hendrawan, setelah melihat yang menggantikan Doni Amansa adalah perwakilan dari Baubau Sultra, maka timbul di benaknya bahwa Gubernur Sultra Ali Mazi telah melakukan tindakan, yang menurut dia adalah tindakan Nepotisme.

“Tindakan Nepotisme yang dimaksud adalah merekomendasikan atau meng SK kan satu kampung dengan dia, artinya Gubernur Sultra saya anggap bertindak Nepotisme, atau cenderung rasis,” katanya.

Bahkan menurut dia, bukan tidak mungkin adanya indikasi suap menyuap antara Gubernur dengan peserta asal Bau-Bau yang terpilih menggantikan Doni itu.

“Tentang suap menyuap itu bisa saja terjadi. Tapi kalau saya melihat ini lebih kepada sentimen kedaerahan, sehingga yang seharusnya mewakili Sultra itu dari Konawe. Tetapi tiba-tiba di gantikan oleh peserta asal Bau-bau, dimana kita ketahui Gubernur Sultra berasal dari tempat yang sama,” benernya.

Lebih jauh, Hendrawan menyebutkan, bahwa jika memang tidak terjadi terjadi tindakan Nepotisme disini, dirinya meminta kepada Gubernur Sultra agar SK perserta dari Baubau dicabut kembali dan digantikan oleh Doni.

“Saya meminta kepada Gubernur Sultra untuk membuktikan bahwa betul-betul tidak ada nepotisme disitu, cabut SK nya dan segera SK kan Doni Amansa. Semoga adik kita Doni Amansa bisa mewakili Sultra du dalam ajang Paskibraka Nasional,” pungkasnya.

 

 

 

 


Laporan : Salman
Editor : Run

Example 300250
Example 120x600