Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
headlineSorot

Pemkot Kendari Bersama Forkopimda Deklarasi Anti Tawuran dan Kekerasan Antarpelajar

544
×

Pemkot Kendari Bersama Forkopimda Deklarasi Anti Tawuran dan Kekerasan Antarpelajar

Share this article
Pemkot Kendari bersama Forkopimda gelar deklarasi anti tawuran dan kekerasan di kalangan pelajar. Foto : Salman/sultrust.id.
Example 468x60

SULTRUST.ID – Tawuran antar pelajar menjadi fenomena sosial yang banyak mendapat sorotan dan perhatian masyarakat Kota Kendari. Olehnya itu, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan deklarasi anti tawuran dan kekerasan siswa siswi SMP, SMA, SMK, Madrasah Aliah (MA) se Kota Kendari, Rabu (25/01/2023).

Penjabat (Pj) Walikota kendari, Asmawa Tosepu mengatakan, hal tersebut merupakan langkah preventif dari Forkopimda untuk menjaga kondusifitas wilayah di Kota kendari

Example 300x600

“Tujuan kami adalah untuk menjaga konduktivitas wilayah di Kota Kendari, khususnya di lingkungan sekolah, agar supaya tidak terjadi tawuran atau kekerasan pada anak-anak sekolah kita,” kata Asmawa Tosepu.

Asmawa Tosepu juga mengatakan,
bahwa menjaga rasa aman dan tentram di lingkungan sekolah memang menjadi tanggung jawab semua pihak. Akan tetapi lembaga pendidikan sekolah itu sendiri yang memiliki peran sangat penting

“Berbagai kasus tindak kekerasan dan tawuran antar pelajar meiliki implikasi langsung pada lembaga pendidikan itu sendiri, sehingga kita perlu menemukan dan mengembangkan atau berinovasi terkait dengan program-program penanganan dan pencegahan yang lebih efektif,” katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari tidak bisa berjalan sendiri, tapi diperlukan juga sinergitas serta keterpaduan stakeholder, terutamanya di bidang pendidikan itu sendiri

“Di butuhkan juga peran solidaritas, sinergitas dan keterpaduan seluruh sekolah-sekolah yang ada di kota kendari. Walaupun upaya langkah-langkah preventif yang dilakukan oleh aparat keamanan kita sudah sangat maksimal, tetapi tanpa dukungan, peran dan sinergi serta kolaborasi unsur stakeholder di bidang pendidikan khususnya di sekolah, maka semua usaha dan langkah kita menjadi sia-sia,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Plt Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara (Sultra) Anggraini Balaka mengatakan, bakal mengawal kegiatan ini ke sekolah-sekolah di Kota Kendari.

“Saya akan mengawal kegiatan ini ke sekolah-sekolah, paling tidak sebulan sekali pada saat upacara di laksanakan, untuk mengantisipasi terjadinya tawuran atau kekerasan di sekolah,” kata Anggraini Balaka.

Lebih lanjut, Sekretaris Dikbud Sultra ini mengimbau kepada guru-guru sekolah di Kota Kendari agar dapat bersama-sama mengawal kegiatan ini

“Saya mengimbau kepada bapak ibu guru serta kepala sekolah untuk dapat terus mengawal kegiatan ini. Supaya apa yang kita harapkan dapat terwujud, yaitu untuk menciptakan kota kendari yang aman tertib dan damai,” tutupnya.

 

 

 


Laporan : Salman
Editor : Run

Example 300250
Example 120x600