Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Economy

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, KPwBI Sultra dan TNI AL Sinergi Jangkau Pelosok Kepulauan Wakatobi

236
×

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, KPwBI Sultra dan TNI AL Sinergi Jangkau Pelosok Kepulauan Wakatobi

Share this article
KPwBI Sultra bersama Lanal Kendari kembali memperkuat sinergi melalui peluncuran Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2026. // (dok : istimewa)
Example 468x60

Kendari, Sultrust.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali memperkuat sinergi melalui peluncuran Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026.

Langkah strategis ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah dengan kualitas layak edar hingga ke wilayah kepulauan serta daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

Example 300x600

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung mulai 5 hingga 11 Mei 2026 ini memusatkan operasionalnya di Kabupaten Wakatobi. Dengan dukungan armada KRI Pulau Rimau 724, tim ekspedisi bergerak menjangkau lima titik krusial, yaitu Pulau Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko, hingga ke wilayah terpencil di Pulau Runduma.

Program ERB merupakan manifestasi dari komitmen Bank Indonesia dalam menjalankan amanat undang-undang untuk menjaga kedaulatan Rupiah sekaligus menyokong kelancaran roda ekonomi masyarakat pesisir.

Dalam misi kali ini, Bank Indonesia telah menyiapkan uang layak edar dengan nilai total mencapai Rp20 miliar. Dana tersebut akan didistribusikan melalui layanan penukaran kepada masyarakat, sembari menarik uang yang sudah tidak layak edar dari peredaran sebagai bagian dari implementasi Clean Money Policy.

Tidak hanya terpaku pada layanan kas keliling, ERB 2026 hadir dengan pendekatan yang lebih holistik. Tim di lapangan turut memberikan edukasi mengenai kampanye Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah guna meningkatkan literasi keuangan warga.

Selain itu, terdapat agenda Open Ship Experience yang dikhususkan bagi pelajar untuk memberikan pengalaman edukatif di atas kapal perang.

Sisi kemanusiaan juga menjadi poin penting dalam ekspedisi ini. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah setempat, diselenggarakan aksi sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis serta program sunatan massal bagi penduduk kepulauan.

Kabupaten Wakatobi sendiri memiliki nilai strategis yang tinggi bagi Sulawesi Tenggara. Dengan luas wilayah mencapai 1,39 juta hektare, kawasan ini merupakan pemilik kekayaan bawah laut kelas dunia yang telah diakui sebagai cagar biosfer oleh UNESCO sejak tahun 2012. Statusnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional menjadikan kehadiran uang Rupiah yang berkualitas sangat vital bagi ekosistem pariwisata dan transaksi internasional di sana.

Keberadaan Rupiah di garda terdepan seperti Wakatobi bukan sekadar alat tukar ekonomi, melainkan simbol identitas dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang harus terjaga keberadaannya.

Upaya ini juga didorong oleh tren positif masyarakat Sulawesi Tenggara dalam memahami mata uang nasional. Merujuk pada data tahun 2025, indeks Awareness CBP Rupiah di wilayah kerja BI Sulawesi Tenggara berhasil menyentuh angka 84,90. Capaian ini berada dalam kategori baik, bahkan melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 77,74, sekaligus menjadi yang tertinggi di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua).

Melalui momentum ERB 2026, Bank Indonesia bersama TNI AL dan pemangku kepentingan terkait berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi. Sinergi ini diharapkan dapat menjamin ketersediaan uang berkualitas di seluruh pelosok negeri, meningkatkan literasi finansial masyarakat, serta memperkokoh kedaulatan ekonomi nasional secara berkelanjutan. (*)

Example 300250
Example 120x600