Baubau, Sultrust.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memperkuat komitmennya dalam memeratakan literasi dan inklusi keuangan hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Kali ini, OJK memfokuskan kegiatannya di wilayah Kepulauan Buton guna menjangkau komunitas nelayan, pelaku UMKM, dan masyarakat desa.
Kegiatan ini merupakan implementasi dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang bertujuan mendorong masyarakat pedesaan agar lebih akrab dengan produk perbankan dan layanan keuangan resmi.
Dalam pelaksanaannya, OJK Sultra berkolaborasi dengan sejumlah industri jasa keuangan, termasuk Bank Sultra, BPR Bahteramas, Bank Syariah Indonesia, dan Bank Muamalat.
Sekretaris Daerah di masing-masing wilayah di Kepulauan Buton memberikan dukungan penuh terhadap langkah OJK ini. Pemerintah daerah menilai, akses terhadap layanan keuangan formal sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha kecil dan nelayan untuk mendukung usaha produktif mereka.
Materi edukasi yang disampaikan mencakup pengelolaan keuangan keluarga hingga pengenalan produk jasa keuangan yang diawasi negara.
OJK menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dalam transaksi digital.
Melalui program ini, OJK Sultra berharap masyarakat di Kepulauan Buton tidak hanya paham secara teori, tetapi juga berani memanfaatkan layanan keuangan formal untuk meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat ketahanan ekonomi di wilayah pesisir. (*)



















