Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Penjelasan PT Almharig Soal Longsor di Desa Rahadopi, Faktor Alam dan Bukan Karena Tambang

17
×

Penjelasan PT Almharig Soal Longsor di Desa Rahadopi, Faktor Alam dan Bukan Karena Tambang

Share this article
Pengecekan lapangan tim manajemen PT Almharig di sumber mata air warga di Karena. // (Dok : istimewa)
Example 468x60

Bombana, Sultrust.com — Manajemen PT Almharig menghimbau masyarakat serta Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kabaena (Hippelwana) agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi mengenai dampak longsor terhadap sumber mata air.

KTT PT Almharig, Yazid, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan adanya endapan akibat longsor di sumber mata air warga, seperti yang ramai diberitakan dan berkembang di tengah masyarakat.

Example 300x600

“Berdasarkan hasil peninjauan resmi Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tidak endapan longsor di sumber mata air. Ini penting untuk diluruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman,” tegasnya, Rabu (22/4/2026).

Lanjut, Yazid menjelaskan bahwa longsor yang terjadi di wilayah Olondoro, Desa Rahadopi, hanya berdampak kepada infrastruktur penunjang yakni pipa saluran air bersih milik pihak tertentu dan bukan sumber mata air alami yang digunakan oleh warga.

Fakta ini juga sejalan dengan temuan lapangan yang menyebutkan bahwa material longsor memang merusak instalasi pipa air bersih yang melayani sejumlah desa, namun bukan menimbun sumber mata air secara langsung .

“Yang terdampak itu adalah jaringan pipa yang dikelola oleh pihak atau kelompok tertentu, bukan mata airnya. Jadi narasi bahwa sumber air bersih yang digunakan sebagian besar warga, yang hilang atau tertimbun itu tidak benar,” ucapnya.

Yazid juga memastikan bahwa tudingan dari sejumlah pihak yang mengaitkan aktivitas tambang yang mengakibatkan longsor dan memperparah kondisi lingkungan dan mengancam sumber air masyarakat, hingga memicu aksi demonstrasi dan desakan politik agar dilakukan evaluasi terhadap PT Almharig sama sekali tidak sesuai fakta di lapangan.

KTT menilai adanya indikasi bahwa bencana alam ini dimanfaatkan untuk membangun opini yang merugikan perusahaan.

“Kami menduga ada pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan situasi ini untuk menyudutkan perusahaan dengan menyebarkan isu-isu yang tidak sesuai fakta,” ucapnya.

Lebih jauh, Ia juga mengingatkan bahwa longsor di wilayah tersebut bukanlah kejadian baru, melainkan fenomena berulang yang dipicu oleh faktor alam, terutama curah hujan tinggi yang menyebabkan kondisi tanah menjadi labil .

Dalam situasi yang semakin kompleks ini, Yazid mengajak masyarakat Kabaena dan Hippelwana untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh narasi yang belum terbukti kebenarannya.

“Kami mengimbau masyarakat dan Hippelwana agar tetap bijak dalam menerima informasi. Jangan mudah terprovokasi. Mari kita pegang fakta dan hasil kajian resmi sebagai rujukan bersama,” tutupnya. (*)

Example 300250
Example 120x600