Kendari, Sultrust.com – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IIA Kendari mulai memetakan puncak arus mudik lebaran 2026.
Meski volume penumpang terpantau melandai pada Minggu malam (15/3/2026), pihak otoritas pelabuhan tetap menyiagakan langkah antisipasi menghadapi potensi lonjakan penumpang dalam beberapa hari ke depan.
Kepala KSOP Kelas IIA Kendari, Capt. Rahman, menjelaskan bahwa penurunan arus mudik terjadi dalam dua hari terakhir. Namun, kondisi ini diprediksi bersifat sementara sembari menunggu kepastian jadwal libur aparatur sipil negara (ASN) dan sektor swasta.
“Arus mudik malam ini terpantau agak menurun dibanding dua hari sebelumnya. Untuk puncak arus mudik sendiri, kami masih melihat perkembangan jadwal dari Pemprov Sultra dan Pemkot Kendari,” ujar Capt. Rahman saat ditemui pada Minggu malam.
Menurutnya, jika aktivitas perkantoran masih berlangsung hingga Selasa 17 Maret 2026, maka lonjakan penumpang diperkirakan akan terjadi pada Selasa malam atau Rabu dini hari.
Untuk mengantisipasi kepadatan tersebut, KSOP Kendari telah menyiapkan total 10 armada kapal cadangan. Fokus utama penyiagaan ini ditujukan pada rute-rute dengan okupansi penumpang tertinggi, seperti jalur Kendari-Raha.
“Kami menyiapkan 10 kapal cadangan. Sebagian dialokasikan untuk rute Kendari-Langara dan Wanci, namun perhatian utama ada pada rute Raha karena volume penumpangnya paling banyak,” Pungkasnya.
Langkah ini diambil guna memastikan seluruh pemudik dapat terangkut dengan aman dan tetap mengedepankan standar keselamatan pelayaran selama masa angkutan Lebaran 2026. (*)



















