Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Economy

BI Siapkan Rp185,6 Triliun Uang Layak Edar untuk Ramadan dan Idulfitri 2026

178
×

BI Siapkan Rp185,6 Triliun Uang Layak Edar untuk Ramadan dan Idulfitri 2026

Share this article
pembukaan SERAMBI 2026 Bank Indonesia di Jakarta. (Istimewa)
Example 468x60

Jakarta, Sultrust.com – Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026.

Dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode hari raya, BI menyiapkan uang tunai layak edar dengan total fantastis mencapai Rp185,6 triliun, sebuah angka yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Example 300x600

Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali, dalam pembukaan SERAMBI di Jakarta pada Jumat 13 Februari 2026 menyatakan bahwa peningkatan alokasi ini sejalan dengan tren penguatan aktivitas ekonomi nasional. Mobilitas masyarakat yang tinggi serta konsumsi rumah tangga yang terus tumbuh menjadi alasan utama di balik penyediaan likuiditas yang masif ini.

Dari total Rp185,6 triliun tersebut, sebesar Rp177 triliun akan dialokasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan perbankan di seluruh Indonesia. Dana ini nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat melalui penarikan tunai di mesin-mesin ATM serta kantor cabang perbankan yang tersebar di berbagai wilayah.

“Sinergi antara Bank Indonesia, perbankan, dan APJATIN (Asosiasi Perusahaan Jasa Pengolahan Uang Tunai Indonesia) adalah kunci. Kami ingin memastikan distribusi uang berjalan lancar, tepat sasaran, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” ujar Ricky di hadapan pimpinan perbankan nasional.

Meskipun penyediaan uang tunai diperkuat, BI tetap mendorong masyarakat untuk beralih ke transaksi digital. Penggunaan aplikasi mobile banking, internet banking, hingga layanan BI-FAST dan QRIS terus dipromosikan sebagai alternatif pembayaran yang lebih cepat, mudah, murah, aman, dan andal di tengah keramaian periode Lebaran.

Program SERAMBI 2026 ini akan berlangsung hingga 15 Maret 2026. Untuk menjaga ketertiban, BI telah menyediakan 2.883 titik layanan penukaran di seluruh Indonesia. Masyarakat dapat mengakses layanan melalui kas keliling, kantor bank umum, hingga lokasi strategis seperti rumah ibadah.

Sistem penukaran tahun ini juga dipastikan lebih modern dan adil melalui penggunaan Aplikasi PINTAR. Dengan sistem digital ini, masyarakat diharapkan dapat melakukan pemesanan terlebih dahulu, sehingga antrean di lokasi penukaran menjadi lebih teratur dan meminimalisir potensi kerumunan yang tidak terkendali.

Bank Indonesia optimistis bahwa kelancaran sistem pembayaran, baik tunai maupun non-tunai, akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal pertama tahun 2026 ini. (*)

Example 300250
Example 120x600