Kendari, Sultrust.com – Sebuah dokumen internal Partai NasDem Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkap langkah serius DPW dalam mengusulkan pergantian pucuk pimpinan DPRD Sultra dan Ketua Fraksi NasDem.
Surat bernomor 134-SI/DPW-NasDem/SULTRA/X/2025, bertanggal 30 Oktober 2025, ditujukan langsung kepada Ketua Umum DPP NasDem, Surya Paloh, dan ditandatangani secara resmi oleh jajaran DPW.
Dalam surat tersebut, DPW NasDem Sultra menyampaikan usulan pergantian dua posisi, yakni Ketua DPRD Sultra, dari La Ode Tariala, S.Pd. kepada Syahrul Said, S.Sos, dan Ketua Fraksi NasDem DPRD Sultra, dari Sudarmanto, S.E., M.Si. kepada H. Suparjo, S.Pd., M.Si.
Usulan itu dikemas sebagai bagian dari konsolidasi internal yang disebut telah melalui rapat-rapat resmi pada 16 Agustus 2025 dan 19 September 2025. Dalam dokumen tersebut, DPW menekankan tiga alasan utama, penguatan kinerja partai, menjaga stabilitas lembaga legislatif, serta mempertegas peran Fraksi NasDem sebagai representasi visi Gerakan Restorasi Indonesia di tingkat provinsi.
Namun, di luar dokumen formal itu, dinamika internal NasDem Sultra justru memperlihatkan ketidakseragaman informasi.
Sekretaris DPW NasDem Sultra, Tahir Kimi, tidak menampik bahwa wacana pergantian pimpinan DPRD memang tengah direncanakan. Ia mengakui isu tersebut beredar, namun belum berstatus final sebelum ada keputusan resmi dari pusat.
“Insyaallah hari Rabu akan kami sampaikan kepada media tentang kebenarannya,” ujarnya, Senin malam.
Tahir Kimi menambahkan bahwa hingga kini DPW belum menerima kabar lanjutan dari DPP mengenai pergantian tersebut. Yang berlangsung baru sebatas evaluasi internal yang mengikutsertakan DPD dan fraksi.
“DPP belum ada kabar. Baru sekadar rapat pemanggilan DPW terkait kinerja DPD dan fraksi,” jelasnya.
Saat ditanya lebih jauh mengenai alasan pergantian La Ode Tariala, Tahir memilih tidak berspekulasi. Ia hanya menegaskan bahwa seluruh keputusan strategis berada di tangan DPP.
“Keputusan politik kami di NasDem semua di DPP,” tegasnya.
Ketika kembali dikonfirmasi pada Selasa (26/11/2025), Tahir tidak membantah keberadaan usulan tersebut. Ia menyebut bahwa jika dokumen pergantian sudah masuk ke jalur resmi, maka Sekretariat DPRD Sultra akan menjadi kanal penerimaan.
“Kalau di Sekwan ada usulan karena otentiknya formalnya di situ,” ujarnya.
Namun pernyataan Tahir justru berseberangan dengan keterangan Sekretaris DPRD Sultra, La Ode Butolo, yang mengaku belum mengetahui adanya surat atau usulan pergantian dari NasDem.
“Saya tidak tahu, dinda,” jawabnya singkat melalui pesan WhatsApp, Selasa siang.
Hingga berita ini disusun, NasDem Sultra belum mengumumkan secara resmi siapa figur yang akan menggantikan La Ode Tariala. (*)



















