DPW Pemuda Lira Sultra mendesak Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkhum HAM Sultra, Silvester Sili Laba agar segera mencopot Kepala Rutan Kelas IIB Unaaha, Herianto.
Desakan pencopotan tersebut merupakan imbas dari keberadaan salah satu Napi di luar Rutan, yakni anggota DPRD Kabupaten Konkep, Imanuddin.
Bahkan, politisi PKB itu tepergok bertemu dengan Bupati Konkep terpilih, Amrullah di salah satu rumah makan di Kota Kendari tanpa pengawalan petugas Rutan.
Ketua DPW Pemuda Lira Sultra, Sartito mempertanyakan alasan Kepala Rutan Unaaha mengizinkan Napi tersebut keluar Rutan untuk bertemu Bupati Konkep terpilih.
Menurutnya, tindakan tersebut menunjukan bahwa pihak Rutan Kelas IIB Unaaha telah memberikan keistimewaan kepada Imanuddin.
“Kenapa kalau persoalan pelantikan dia harus diizinkan, dan juga kalau persoalan sakit yah ke rumah sakit, ini terlihat di cctv di Rumah Makan Aroma Labakang kendari semalam, terlihat Bupati Konkep terpilih lagi makan di situ bersama Imanudin,” ujar Sartito, Kamis (25/2).
Lebih lanjut, pria yang populer dengan sapaan Tito itu menyebutkan, bukti nyata jika pihak Rutan memberikan keistimewaan terhadap Imanuddin nampak dengan keleluasaan dia menggunakan handphone.
Sebagaimana dalam pemberitaan Sultrust.id sebelumnya, beberapa jam usai menelpon Kepala Rutan Kelas IIB Unaaha, telepon genggam awak Sultrust.id tiba-tiba berdering dari nomor yang tidak terdaftar.
Setelah diangkat, ternyata panggilan seluler tersebut dari Wakil Ketua DPRD Konkep, seraya mempertanyakan identitas wartawan Sultrust.id
Padahal, redaksi Sultrust.id belum pernah berkomunikasi dengan Imanuddin, baik secara langsung maupun melalui telepon.
Sehingga dimungkinkan, Imanuddin memperoleh nomor handphone wartawan Sultrust.id dari Kepala Rutan Kelas IIB Unaaha.
Selain itu, dia juga menyoroti pembiaran yang dilakukan pihak Rutan Unaaha, dengan menjadikan izin pemeriksaan kesehatan sebagai tameng.
Sartito juga menduga telah terjadi konspirasi, sehingga Imanuddin bebas berkeliaran di luar Rutan dengan dalih pemeriksaan kesehatan.
Dugaan itu dikuatkan dengan pernyataan Kepala Rutan ke publik melalui pemberitaan di media yang cenderung tak konsisten. Bahkan, Kepala Rutan juga mengakui, jika Imanuddin keluar untuk keperluan terkait persiapan pelantikan Bupati Konkep.
“Sangat unik, jika tujuan Imanuddin datang berobat terus kemudian mengapa tidak ada pengawalan,” katanya.
Selain desakan pencopotan Kepala Rutan, DPW Pemuda Lira Sultra juga meminta agar narapidana yang yang tidak patuh dan berkeliaran di luar, dalam hal ini Wakil Ketua DPRD Konkep agar masa kurungannya ditambah.
“Kami akan melaporkan hal ini sampai di Kemenkum HAM RI, kami sudah punya akses ke sana,” tegasnya. (p1/ik)



















