Jakarta, Sultrust.com – Di tengah gencarnya transformasi digital, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan kenyataan yang kontras, yakni lebih dari 10 ribu titik di Indonesia masih belum tersentuh listrik.
Pernyataan tersebut ia sampaikan saat membuka Energi dan Mineral Festival 2025, Rabu, 30 Juli 2025. Dalam forum itu, Bahlil menyuarakan keprihatinannya atas ketimpangan akses energi yang masih membayangi sebagian besar wilayah Indonesia Timur.
“Jika dihitung berdasarkan titik, totalnya mencapai sekitar 10.068 lokasi yang belum menikmati penerangan listrik,” ujar Bahlil.
Bahlil menuturkan bahwa berdasarkan data terbaru, masih terdapat 5.700 desa atau sekitar 4.400 dusun yang belum menikmati aliran listrik. Fakta itu makin diperkuat oleh temuannya di lapangan saat melakukan kunjungan ke Papua dan Sulawesi.
“Di era digitalisasi seperti saat ini, keberadaan listrik sangat krusial. Tanpa listrik, bagaimana kita bisa bicara soal pendidikan berbasis digital di sekolah-sekolah?” kata Bahlil.
Kondisi nyata di lapangan, lanjutnya, menunjukkan banyak warga yang masih mengandalkan pelita berbahan minyak sebagai sumber penerangan utama jauh dari standar kehidupan layak di abad ini.
Senada dengan Bahlil, Koordinator Perencanaan Distribusi Tenaga Listrik, Nur Hidayanto, juga memaparkan data wilayah yang belum teraliri listrik secara lebih rinci. Dari total wilayah tanpa akses listrik, sebanyak 4.808 desa dan kelurahan berada di Indonesia Timur, dengan rincian sebagai berikut:
• 4.398 desa di Papua
• 269 desa di Sulawesi
• 229 desa di Maluku
• 141 desa di Nusa Tenggara
Nur juga menyinggung sederet hambatan yang masih menjadi tantangan dalam program elektrifikasi desa. Mulai dari pengadaan dan distribusi Material Distribusi Umum (MDU), terbatasnya akses jalan, persoalan lahan, hingga minimnya tenaga kerja di lokasi-lokasi terpencil.
Tantangan tersebut juga mencakup “kondisi keamanan di lapangan, serta hambatan perizinan, terutama terkait kawasan hutan dan tata ruang.”
Kendati demikian, pemerintah tetap menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat elektrifikasi nasional. Program ini menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya pemerataan pembangunan dan menjembatani kesenjangan digital antarwilayah. (*)



















