Konawe Selatan, Sultrust.com – PT Merbau Jaya Indah, perusahaan perkebunan kelapa sawit, diduga melakukan penyerobotan lahan milik warga di Desa Rakawuta, Kecamatan Mowila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara.
Kasus ini telah berlangsung sejak tahun 2010, saat perusahaan mulai menggarap lahan di wilayah tersebut.
Salah seorang warga, Aziz, mengungkapkan bahwa awalnya PT Merbau Jaya Indah menawarkan kerja sama dalam bentuk sistem plasma kepada masyarakat.
Perusahaan menjanjikan berbagai keuntungan, termasuk sistem bagi hasil 80-20 (80% untuk perusahaan dan 20% untuk warga), jaminan kesehatan, upah harian, pendidikan anak hingga tamat SMA, serta jaminan pangan.
“Pada tahun 2010, perusahaan datang menawarkan sistem plasma dengan iming-iming keuntungan bagi warga yang bergabung. Mereka berjanji akan mulai mengerjakan lahan tiga bulan setelah penandatanganan dan pemberian uang SIP. Namun, hingga lima tahun berlalu, janji itu tidak pernah terealisasi,” ujar Aziz.
Karena merasa tidak ada kejelasan, warga akhirnya menganggap PT Merbau Jaya Indah tidak serius dan memilih untuk mengelola lahan mereka sendiri dengan menanam tanaman perkebunan.
Namun, pada tahun-tahun berikutnya, perusahaan tiba-tiba datang dan menggusur lahan warga tanpa pemberitahuan ataupun surat jaminan plasma yang dijanjikan sebelumnya. Bahkan, lahan milik warga yang tidak terdaftar dalam kerja sama juga ikut digusur.
Lebih lanjut, Aziz menuturkan bahwa PT Merbau Jaya Indah mengklaim seluruh lahan di Desa Rakawuta sebagai milik mereka berdasarkan Berita Acara Pengukuran Lahan (BAP), Surat Pernyataan Pengalihan/Penyerahan Penguasaan Lahan, dan Hak Guna Usaha (HGU) yang mereka pegang.
“Padahal warga tidak pernah menjual tanah mereka ke perusahaan. Memang dulu mereka memberikan kompensasi sebesar Rp700 ribu hingga Rp1 juta, tetapi itu bukan uang jual beli, melainkan hanya ganti rugi tanaman,” tegasnya.
Atas kondisi ini, warga menuntut keadilan dan meminta hak atas tanah mereka dikembalikan. Mereka juga menegaskan bahwa tidak ingin lagi bekerja sama dengan PT Merbau Jaya Indah.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Merbau Jaya Indah belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui sambungan telepon pada Jumat (14/3/2024) juga tidak mendapat respons.



















