Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Transisi Vendor CS di RS Bahteramas Sultra Semrawut, Sampah Menumpuk dan Kontrak Pekerja Tak Jelas

205
×

Transisi Vendor CS di RS Bahteramas Sultra Semrawut, Sampah Menumpuk dan Kontrak Pekerja Tak Jelas

Share this article
Tumpukan kantong sampah menggunung di sejumlah titik depan gedung perawatan RS Bahteramas. (Istimewa)
Example 468x60

Kendari, Sultrust.com – Wajah pelayanan publik di Rumah Sakit (RS) Bahteramas Sulawesi Tenggara (Sultra) mengawali tahun 2026 dengan pemandangan yang memprihatinkan.

Tumpukan kantong sampah terpantau menggunung di sejumlah titik depan gedung perawatan pada Kamis (1/1/2026).

Example 300x600

Kondisi ini diduga dipicu oleh ketidaksiapan perusahaan baru penyedia jasa cleaning service (CS) yang ditunjuk oleh manajemen rumah sakit.

Masalah bukan hanya terlihat pada tumpukan sampah, tetapi juga pada nasib para pekerjanya. Sejumlah petugas kebersihan tampak berkumpul di area rumah sakit untuk menemui pimpinan baru mereka dalam pertemuan yang difasilitasi manajemen. Namun, pertemuan tersebut menyisakan tanda tanya besar mengenai legalitas kerja mereka.

Dena (46), salah satu pekerja yang telah mengabdi sejak awal 2025 melalui perusahaan lama, mengaku berada dalam posisi sulit. Meski perusahaan lamanya tidak lagi dikontrak, ia dan rekan-rekannya diminta tetap hadir tanpa kejelasan status kerja.

“Kita dihubungi untuk datang, tapi belum ada tanda tangan kontrak ini,” ujar Dena, Kamis (1/1/2026).

Ketidakpastian ini menciptakan tekanan psikologis bagi para pekerja yang mayoritas adalah ibu rumah tangga. Mereka berada dalam dilema antara tuntutan kebutuhan hidup dan ancaman kehilangan pekerjaan.

“Kalau kami tidak datang, kami takut diberhentikan, tapi masalahnya belum ada kontrak dan berapa gajinya kami belum tau,” ungkap salah seorang pekerja lainnya.

Meskipun sejumlah peralatan kebersihan baru, seperti tong sampah pengangkut, mulai terlihat di lokasi, efektivitas operasional vendor baru ini diragukan. Minimnya jumlah personel yang bekerja secara resmi menjadi indikasi kuat adanya kendala pada kesiapan perusahaan pemenang penunjukan.

Hingga saat ini, pihak RS Bahteramas diduga masih mengandalkan tenaga dari perusahaan lama untuk menutupi kekosongan aktivitas, mengingat kontrak kerja tahun 2026 belum disodorkan kepada para pekerja.

Ironisnya, saat dikonfirmasi mengenai persoalan yang berdampak pada sanitasi rumah sakit ini, pihak manajemen terkesan enggan memberikan jawaban tegas. Plt Direktur RS Bahteramas, dr. Syaiful, belum bersedia memberikan penjelasan rinci dan mengarahkan persoalan ini kepada tim seleksi katalog.

Di sisi lain, Ardi, anggota tim seleksi, menegaskan bahwa pemilihan perusahaan dilakukan melalui sistem katalog, bukan tender. Namun, ia menutup diri saat ditanya mengenai verifikasi kesiapan personel dan alat dari perusahaan yang mereka pilih.

“Pemilihan perusahaan bukan melalui tender pak, tapi pemilihan katalog yang ditawarkan oleh perusahaan, tim memilih perusahaan berdasarkan katalog yang mereka masukan,” ujar Ardi.

Ia menambahkan bahwa urusan kesiapan vendor bukan merupakan domainnya.

“Soal perusahaan baru yang ditunjuk apakah punya personil atau tidak, bukan kewenangan saya pak, tanya ke ketua tim seleksi katalog nama ibu Nani,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Nani yang menjabat sebagai Kabag Umum sekaligus Ketua Tim Seleksi Katalog belum memberikan tanggapan terkait kesiapan vendor baru yang kini menjadi sorotan publik akibat tumpukan sampah di area rumah sakit. (*)

Example 300250
Example 120x600