Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Targetkan 13 Ribu Pelajar, OJK Sultra Masifkan Gerakan Literasi Keuangan Sepanjang 2026

207
×

Targetkan 13 Ribu Pelajar, OJK Sultra Masifkan Gerakan Literasi Keuangan Sepanjang 2026

Share this article
Kepala OJK Provinsi Sultra, Bismi Maulana Nugraha, dalam kegiatan Media Briefing Triwulanan di Kendari. (Istimewa)
Example 468x60

Kendari, Sultrust.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tancap gas memperkuat benteng pertahanan ekonomi masyarakat melalui jalur edukasi.

Sepanjang tahun 2026, OJK memproyeksikan sedikitnya 13.000 pelajar di Bumi Anoa akan mendapatkan pemahaman mendalam mengenai pengelolaan keuangan yang sehat.

Example 300x600

Strategi ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran finansial sejak dini sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman aktivitas keuangan ilegal yang kian marak.

Salah satu agenda besar yang menjadi sorotan adalah peringatan Hari Indonesia Menabung. Kegiatan ini rencananya akan dipusatkan di Kabupaten Konawe dengan melibatkan sekitar 3.000 pelajar.

Kepala OJK Provinsi Sultra, Bismi Maulana Nugraha, menekankan pentingnya memperkenalkan layanan perbankan resmi kepada siswa sekolah.

“Program ini bertujuan menanamkan budaya menabung serta meningkatkan pemahaman pelajar terhadap layanan keuangan formal,” kata Bismi dalam kegiatan Media Briefing Triwulanan di Kendari, Kamis (5/3/2026).

Tak berhenti di kalangan pelajar, OJK juga telah menyiapkan agenda “Bulan Inklusi Keuangan” (BIK) yang akan memuncak pada Oktober mendatang. Program ini dirancang lebih luas dengan target menjangkau 10.000 peserta dari berbagai lapisan masyarakat.

Menurut Bismi, perluasan akses terhadap produk keuangan yang aman dan legal adalah strategi kunci dalam memperkuat ekonomi daerah. Hal ini juga menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi Satgas PASTI (Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal) yang digelar bersamaan.

Dalam kesempatan tersebut, OJK kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap iming-iming keuntungan besar dari sumber yang tidak jelas. Penguatan literasi dianggap sebagai cara paling efektif agar warga tidak terjebak praktik investasi ilegal.

“OJK terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan keuangan formal sekaligus menghindari praktik investasi ilegal,” pungkasnya. (*)

Example 300250
Example 120x600