Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Tanggapi Video Viral di Tiktok, Kapentak Lanud Halu Oleo Sebut Penumpang ‘Bodo’ dan ‘Ngeyel’

345
×

Tanggapi Video Viral di Tiktok, Kapentak Lanud Halu Oleo Sebut Penumpang ‘Bodo’ dan ‘Ngeyel’

Share this article
Bandar udara Halu Oleo di Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, kabupaten Konawe Selatan. (Istimewa)
Example 468x60

Konawe Selatan, Sultrust.com – Keluhan seorang penumpang soal mahalnya biaya transportasi di Bandara Halu Oleo, Sulawesi Tenggara (Sultra), berujung pada reaksi keras dari otoritas Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud).

Menanggapi video viral seorang warga yang kesulitan mengakses taksi online, pihak Lanud justru menyoroti sikap penumpang yang dianggap ngeyel, pasalnya para penumpang tetap memesan layanan Grab meski aturan pelarangan sudah jelas.

Example 300x600

Polemik ini bermula dari unggahan akun TikTok @milop.dessert yang merasa diberatkan dengan tarif transportasi bandara. Dalam video berdurasi 41 detik tersebut, ia mengaku harus membayar hingga Rp150 ribu, meski telah melakukan proses tawar-menawar yang alot.

“Apa di seluruh Kendari tidak ada Grab, atau Bandara Kendari saja yang tidak ada Grab? Jadi aku dari sini ke hotel dari Rp180 ribu, nego Rp150 ribu,” keluh perempuan tersebut dalam video Tiktoknya.

Seakan enggan terseret dalam konflik tersebut, Humas Bandara Halu Oleo, Nurlansyah, yang dikonfirmasi menegaskan bahwa seluruh urusan transportasi darat di area tersebut berada di bawah kendali penuh pihak TNI AU.

“Terkait pengelolaan layanan transportasi penumpang seperti rental dan Grab, itu bukan kewenangan pihak Bandara. Wilayah tersebut masih menjadi kewenangan Lanud,” kata Nurlansyah saat dikonfirmasi, Sabtu (17/1/2026).

Di sisi lain Kepala Penerangan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Kapentak) Lanud Halu Oleo, Yusuf, yang dikonfirmasi via telepon, memberikan semprotan tajam kepada siakap penumpang tersebut. Alih-alih meredam suasana, ia justru menyebut tindakan penumpang yang tetap memesan Grab di kawasan bandara sebagai tindakan yang tidak masuk akal.

“Itukan udah tau orang-orang itu, kalau di bandara itu gak boleh Grab (taksi online) masuk, masih aja pesan Grab, kan bodo namanya itu,” tegas Yusuf.

Menurut Yusuf, operasional transportasi di wilayah Lanud tidak bisa dilakukan sembarangan tanpa adanya ikatan legalitas. Ia menegaskan bahwa sudah ada penyedia layanan transportasi resmi yang menjalin kerja sama dengan pihak Lanud.

“Nda boleh ada Grab masuk, kan sudah ada taksi. Taksi itukan sudah ada kerjasamanya jadi nda sembarang masuk. Orang-orang itukan kalau dikasitau ngeyel semua, kan yang namanya kerja sama dimana-mana itu ada,” pungkasnya. (*)

Example 300250
Example 120x600