Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Sorot

Soroti Dugaan Rasis Hingga Deretan Kontroversi, Ketua KNPI Sultra Desak Gubernur Copot Kadis Kominfo Ridwan Badala

218
×

Soroti Dugaan Rasis Hingga Deretan Kontroversi, Ketua KNPI Sultra Desak Gubernur Copot Kadis Kominfo Ridwan Badala

Share this article
Ketua KNPI Sultra, Hendrawan Sumus Gia, saat melaporkan kadis Kominfo di Mapolda Sultra terkait dugaan rasis terhadap suku Muna. // Dok : ist
Example 468x60

Kendari, Sultrust.com — Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Tenggara, Hendrawan Sumus Gia, mendesak Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen (Purn) TNI Andi Sumangerukka (ASR), segera mencopot Ridwan Badala dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sultra.

Desakan yang disampaikan Hendrawan itu menyusul pernyataan Ridwan di media sosial yang dinilai bernada rasis terhadap suku Muna.

Example 300x600

“Gubernur harus mencopot Ridwan Badala sebagai Kadis Kominfo, yang mana dalam kapasitas dia sebagai Kadis Kominfo justru sering membuat masalah, terakhir kemarin dengan pernyataan rasis tentang suku Muna,” ujar Hendrawan, Jumat (17/10/2025).

Lanjut, ia menegaskan, pelaporan yang dilakukan ke Polda Sultra bukan semata karena pernyataan rasis tersebut, melainkan karena sikap Ridwan yang dianggap kerap menimbulkan persoalan publik.

“Motivasi saya melaporkan dia kemarin itu bukan hanya persoalan rasis suku Muna, karena orang ini sudah sering buat masalah. Orang ini banyak sekali masalahnya, mulai dari pemukulan mahasiswa di Jakarta, ribut dengan DPR dan masih banyak yang lainnya,” katanya.

Sebagai Ketua KNPI Sultra, Hendrawan menyebut dirinya memiliki tanggung jawab moral menjaga stabilitas politik daerah.

“Saya sebagai Ketua KNPI Sultra, yang mempunyai tanggung jawab moral untuk menjaga stabilitas politik di Sulawesi Tenggara, untuk memastikan proses berjalannya pemerintahan dengan baik, maka saya memohon kepada Gubernur Sulawesi Tenggara, ASR, untuk segera mencopot Ridwan Badala, karena orang ini sudah sering buat masalah,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menilai tindakan dan ucapan Ridwan tidak mencerminkan peran seorang pejabat publik yang seharusnya menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Kan lucu seorang Kadis Kominfo yang seharusnya bisa menjadi lidah pemerintah untuk menyampaikan kepada masyarakat, justru dia yang selalu membuat keributan, dan ini bukan yang pertama kali, sering sekali orang ini buat keributan,” Pungkasnya.

Sebelumnya, pada Senin, 13 Oktober 2025, pernyataan Ridwan Badala di media sosial memantik reaksi keras dari masyarakat Muna. Dalam unggahan yang viral, Ridwan menulis kalimat, “Untung saya orang Raha, bukan orang Muna,” disertai nada tawa. Ucapan itu dinilai mengandung unsur penghinaan terhadap martabat etnis Muna.

Pernyataan tersebut kemudian berujung laporan resmi ke Polda Sultra yang diajukan langsung oleh Hendrawan Sumus Gia bersama sejumlah perwakilan pemuda Muna.

Ia menyebut laporan itu sebagai langkah terukur setelah melihat respons publik yang meluas di media sosial. Hendrawan menilai kalimat Ridwan telah melukai perasaan masyarakat Muna, terlebih diucapkan oleh seorang pejabat publik. (*)

Example 300250
Example 120x600