SULTRUST.ID – Terpaan cuaca buruk dan angin kencang mengakibatkan seorang lelaki yang berprofesi sebagai nelayan, Saenu (49) asal Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) hilang saat mencari ikan dengan cara menyelam dan memanah.
Plt Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kota Kendari, Rudi mengatakan, bahwa pada Selasa (28/3/2023) pukul 01.58 Wita dini hari, Comm Centre KPP Kendari menerima informasi dari Laloni (Keluarga Korban), yang melaporkan bahwa keluarganya hilang saat memanah ikan di sekitar Perairan Waropi Wakingku, Kabupaten Buton Tengah (Buteng).
Setelah mendapat laporan tersebut, pihak KPP Kota Kendari langsung mengerahkan Rescue Car 1 Unit, Rigid Inflatable Boat (RIB) 1 Unit, serta peralatan pendukung keselamatan lainnya untuk memberikan bantuan SAR.
“Berdasarkan laporan tersebut, pada pukul 02.15 Wita Tim Rescue Pos SAR Baubau diberangkatkan dengan menggunakan Rigid Inflatable Boat untuk memberikan bantuan SAR kepada korban hilang yang bernama Saenu,” ujar Rudi
Rudi menjelaskan kronologi hilangnya satu nelayan tersebut, bahwa pada 27 Maret sekitar pukul 18.00 Wita, korban bersama keluarga dan rekan-rekannya sekitar 20 orang keluar mencari ikan dengan cara memanah dengan menggunakan longboat di Perairan Waropi Wakingku.
Pada pukul 20.00 Wita, lanjut Rudi, korban terlihat melakukan aktivitas menyelam ke dasar perairan untuk memanah ikan.
“Akan tetapi, setelah korban menyelam, rekan-rekannya tiba-tiba melihat cuaca buruk dan angin kencang. Setelah itu, keluarga dan rekan-rekan korban berkumpul tetapi korban tidak terlihat, telah dilakukan pencarian namun hingga informasi ini diterima, korban belum ditemukan,” jelasnya
Untuk diketahui, jarak tempuh yang di lalui Last Known Position (LKP) dengan Pos SAR Baubau sekitar 12 NM atau 22,224 kilo meter. Sementara saat ini cuaca sedang berawan, arah angin Barat daya-Tenggara, kecepatan angin 9-17 knot, sedangkan tinggi gelombang mencapai 0,5-0,75 meter.
Laporan : Salman
Editor : Run



















