KONAWE SELATAN, Sultrust.com – Dua alat berat merek Kobelco EX-023 SK 200 milik PT. Matra Mining Indonesia, bekerja sama dengan PT. Bintang Energi Mineral dan PT. CPS diduga melakukan penyerobotan lahan milik Rahmat Buhari yang terletak di Desa Landipo, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, pada Minggu (19/1/2025).
Rahmat Buhari menjelaskan bahwa kedua alat berat tersebut dioperasikan oleh dua operator bernama Juna dan La Boka. Pada saat itu, aktivitas di lokasi dihentikan setelah salah seorang karyawan perusahaan, Riki Sanjaya, menemui dirinya.
Setelah berdialog, Rahmat Buhari meminta agar para pekerja segera mengeluarkan alat berat dan menghentikan semua aktivitas penggalian dan pemindahan material.
“Tindakan penyerobotan ini bukan kali pertama terjadi. Sejak akhir tahun 2024, perusahaan telah menggali dan memindahkan material pasir silika kuarsa dari lahan milik Rahmat Buhari tanpa izin. Material yang digali tersebut kini tersimpan di stock file pencucian milik perusahaan, meskipun jumlah tonasenya tidak diketahui,” kata Rahmat, Sabtu (15/2/2025).
Sebagai langkah pencegahan, Rahmat Buhari telah mengingatkan pihak manajemen perusahaan pada 23 Desember 2024. Pertemuan itu berlangsung di salah satu rumah makan di Jalan Ichsan Perdana, Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, dengan dihadiri oleh beberapa perwakilan perusahaan, yaitu Sumarsono Rivai, Alex, Mufti, dan Anto.
Namun, penyerobotan kembali terjadi pada 14 Februari 2025. Sejumlah alat berat merek Sumitomo berwarna kuning ditemukan sedang melakukan penggalian material silika di lokasi yang sama. Peristiwa ini semakin memperburuk situasi yang sudah berlangsung sejak akhir 2024.
Ia berharap Pihak berwenang segera melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini untuk memastikan keadilan bagi dirinya dan menindak tegas perusahaan yang terlibat dalam penyerobotan tersebut.



















