Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

PT Manunggal Prima Utama Dituding Abai Kompensasi Debu, Masyarakat Geram Sampai Tutup Jalan Hauling

264
×

PT Manunggal Prima Utama Dituding Abai Kompensasi Debu, Masyarakat Geram Sampai Tutup Jalan Hauling

Share this article
Warga Desa Wawatu, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, memblokir jalan hauling milik PT Manunggal Prima Utama. // Dok : ist
Example 468x60

Konsel, Sultrust.com – Warga Desa Wawatu, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, memblokir jalan hauling milik PT Manunggal Prima Utama (MPU).

Aksi ini menjadi puncak kekesalan masyarakat yang merasa perusahaan tambang batu tersebut abai terhadap tuntutan mereka.

Example 300x600

Sejak mulai beroperasi pada 2024, aktivitas crusher PT MPU dituding menimbulkan kebisingan dan debu tebal yang mencemari udara permukiman warga. Keluhan pun muncul dari masyarakat yang merasa hak atas lingkungan sehat diabaikan perusahaan.

“Hari ini kami mengajukan aksi protes terhadap perusahaan crusher PT Manunggal Prima Utama yang sudah lama mengabaikan permintaan kami para warga. Kami hanya menuntut kompensasi debu akibat dari PT Manunggal Prima Utama,” ujar salah seorang warga bernama Kusman, di lokasi aksi.

Lanjut, Kusman menuturkan, sejak awal kehadiran perusahaan itu, warga tidak pernah mendapat sosialisasi. PT MPU disebut tiba-tiba beroperasi tanpa komunikasi dengan masyarakat sekitar.

“Seharusnya mereka paham, kita warga yang tinggal di lingkar perusahaan seharusnya diperhatikan. Ini mereka tinggal diam-diam, debu pekat beterbangan. Mau tak mau warga menghirupnya. Walhasil tenggorokan gatal, batuk-batuk, dan paru-paru pun kotor. Belum lagi polusi pendengaran. Suara-suara bising dari mesin-mesin proyek membuat warga tak lagi bisa menikmati kehidupan yang tenang,” jelasnya.

Ia juga menuding perusahaan tersebut beroperasi tanpa dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

“Kami duga perusahaan ini tidak memiliki AMDAL,” katanya.

Lebih lanjut, Warga berkomitmen tetap memblokir jalan hauling hingga tuntutan mereka dipenuhi.

“Kami akan terus di sini sampai perusahaan benar-benar merealisasikan tuntutan kami. Kami tidak akan pergi sebelum perusahaan menemui kami dan mencari solusi,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, manajemen PT Manunggal Prima Utama belum menemui warga yang melakukan aksi protes. (*)

Example 300250
Example 120x600