Kendari, Sultrust.com – Bank Indonesia (BI) resmi mengukuhkan Edwin Permadi sebagai Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menggantikan Doni Septadijaya yang kini dipercaya memimpin BI Kalimantan Barat.
Pengukuhan ini dipimpin langsung oleh Anggota Dewan Gubernur BI, Doni Primanto Joewono, dalam upacara yang berlangsung khidmat di Aula Wakatobi, Kantor Perwakilan BI Sultra, Jumat (4/6/2025).
Acara tersebut menjadi lebih bermakna dengan hadirnya Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, jajaran Forkopimda, pimpinan satuan kerja BI, serta para pemangku kepentingan lintas sektor. Pergantian pucuk pimpinan BI Sultra itu tak hanya menjadi seremoni formal, tetapi juga simbol komitmen memperkuat sinergi antara kebijakan moneter dan program pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa kiprah Bank Indonesia selama ini menjadi bagian penting dalam menjaga fondasi ekonomi Sultra di tengah tantangan global. Ia menyebut berbagai peran strategis BI yang telah memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami mengapresiasi peran aktif Bank Indonesia dalam memperluas digitalisasi sistem pembayaran, menjaga inflasi daerah, mengembangkan ekonomi syariah, serta memberdayakan UMKM dan mendistribusikan uang Rupiah hingga ke wilayah 3T,” ujar Andi Sumangerukka.
Gubernur juga menilai, keberhasilan kerja sama antara Pemprov dan BI melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) merupakan wujud nyata kolaborasi yang produktif. Hasilnya, 17 dari 18 pemerintah daerah di Sultra kini telah meraih predikat Pemda Digital, sebuah capaian yang menunjukkan kemajuan signifikan dalam tata kelola keuangan daerah berbasis teknologi.
Sementara itu, Doni Primanto Joewono menekankan bahwa pergantian kepemimpinan di tubuh BI bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan bagian dari pembentukan karakter dan kompetensi kepemimpinan yang utuh.
“Tour of duty ini tidak hanya memperkuat pemahaman teknis, tetapi juga membangun jejaring dan kepemimpinan yang adaptif di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan sinergi antara BI dan Pemerintah Daerah Sultra dalam berbagai program seperti Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), digitalisasi keuangan daerah, hingga pengembangan ekonomi syariah dan UMKM, menjadi bukti nyata bahwa kebijakan makro dapat diterjemahkan dengan efektif di level daerah.
Sinergi yang telah terbangun ini, menurut Doni, menjadi fondasi penting bagi peran strategis BI Sultra ke depan dalam memperkuat ketahanan ekonomi, mendorong inklusi, serta menciptakan pertumbuhan yang berdaya saing.
Dengan kepemimpinan baru, BI Sultra diharapkan terus meneguhkan perannya sebagai mitra utama pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas dan mendorong kemajuan ekonomi di Bumi Anoa. (*)



















