Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mendorong Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk segera membentuk tim unvestigasi kematian Wabup Sangihe, Helmud Hantong yang meninggal dunia di pesawat saat terbang dari Denpasar, Bali, ke Makassar dengan menumpangi pesawat JT740 dengan nomor kursi 25E, Rabu (9/6/2021).
Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Pembangunan Energi, Migas dan Minerba PB HMI, Muhamad Ikram Pelesa. Ia menilai kematian Wakil Bupati Kapulaun Sangihe sangatlah janggal, mengejutkan dan penuh tanda tanya. Meningigat Kematian Helmud tidak berjarak dengan sikap getolnya dalam penolakan tambang di wilayahnya.
“Saya mengikuti betul gerakan penolakan tambang di Kepulauan Sangihe melalui kampanye Save Sangihe Island (SSI) yang bertentangan Dengan UU Nomor 27 Tahun 2007, tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau iecil, termasuk pihak yang paling getol adalah Wakil Bupati Kapulaun Sangihe. Nah, ketika dikaitkan maka kami menilai kematian beliau sangatlah janggal, mengejutkan dan tidak wajar. Meningigat kematiannya hampir tak berjarak pasca surat penolakan tambang dikirimkan ke Kementerian ESDM RI,” ujar Ikram, Sabtu (12/6/2021).
Atas kejadian itu, pihaknya nendesak Kapolri melakukan penyelidikan dan membentuk tim investigasi kematian Wakil Bupati Kepulauan Sangihe. Ia juga mengajak Komnas HAM untuk turut terlibat dalam pengusutan kasus kematian Helmud yang tak wajar tersebut.
“Kapolri harus segera membentuk tim investigasi penyebab kematian beliau, bila perlu autopsi harus dilakukan agar kejanggalan kematian beliau segera terungkap. Demikian juga Komnas HAM mesti turut terlibat dalam pengusutan kasus ini,” tegasnya.
Ia mengajak semua pihak untuk turut memberikan perhatian terhadap kasus kematian Helmud Hantong yang dinilai janggal.
“Serta melanjutkan ikhtiar beliau dalam penolakan aktivitas pertambangan di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara,” tutupnya. (m1/is)



















