Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Oknum TNI di Buton Disersi Usai Diduga Hamili dan Paksa Kekasihnya Aborsi

169
×

Oknum TNI di Buton Disersi Usai Diduga Hamili dan Paksa Kekasihnya Aborsi

Share this article
Oknum TNI di Buton yang disersi usai diduga menghamili dan memaksa aborsi kekasihnya. (Istimewa)
Example 468x60

Buton, Sultrust.com – Seorang oknum anggota TNI berinisial Pratu LYS (23) dilaporkan menghilang setelah diduga menghamili dan berkali-kali memaksa kekasihnya, HH (25), untuk menggugurkan kandungan.

Pratu LYS yang bertugas di Kodim 1413 Buton kini berstatus disersi setelah meninggalkan tugas selama lebih dari satu bulan.

Example 300x600

Kasus ini menyita perhatian publik setelah korban, HH, memutuskan menempuh jalur hukum akibat tidak adanya kepastian pertanggungjawaban dari pelaku yang kini sulit dilacak keberadaannya.

Peristiwa ini bermula pada 24 Agustus 2025 di kontrakan korban di Kota Baubau. HH mengaku menjadi korban pemaksaan hubungan seksual di bawah ancaman. Menurut pengakuannya, pelaku menggunakan intimidasi verbal mengenai masa lalunya yang kelam untuk menekan korban.

“Awalnya dipaksa berhubungan, saya tidak mau tapi dia mengancam. Dia cerita pernah tikam orang, pernah bunuh orang, pernah masuk sel, jadi saya takut,” ujar HH, Selasa (13/1/2026).

Memasuki September 2025, HH dinyatakan positif hamil. Bukannya bertanggung jawab sepenuhnya, Pratu LYS diduga melakukan berbagai upaya terencana untuk menggugurkan kandungan korban. Upaya pertama dilakukan dengan menyelipkan zat berbahaya ke dalam makanan, disusul dengan paksaan meminum obat-obatan tertentu.

“Dua kali saya dipaksa aborsi, tapi saya tidak mau. Dia kasi makan roti berisi semir sepatu, dia kasi minum saya obat, tapi saya buang semua,” tegas HH.

Meski sempat ada itikad untuk mengurus administrasi pernikahan sebagai bentuk tanggung jawab, Pratu LYS justru memutus komunikasi secara sepihak dan menghilang di tengah proses tersebut. Upaya mediasi dengan keluarga pelaku pun buntu.

“Saya pernah komunikasi sama mamanya dan keluarganya. Mamanya akan nikahkan kita, tapi mamanya juga ini sepertinya kesulitan urus ini anaknya, apalagi Pratu LYS ini tidak ada kabar, makanya sampai sekarang tidak ada kejelasan juga,” tambah HH.

Pihak Kodim 1413 Buton mengonfirmasi identitas pelaku dan mengakui adanya laporan terkait tindakan anggotanya tersebut. Dandim 1413 Buton, Letkol Inf Arif Ariyanto, menyatakan bahwa Pratu LYS saat ini tidak diketahui keberadaannya dan telah meninggalkan tugas (disersi) selama sekitar lima minggu.

“Benar, dia anggota saya. Saya sudah dapat informasi tapi sampai saat ini sudah disersi dan meninggalkan tugas,” kata Arif saat dihubungi media.

Pihak Kodim menyatakan masih melakukan pencarian terhadap Pratu LYS dan meminta pihak korban untuk tetap berkoordinasi selama proses hukum berjalan. Hingga saat ini, redaksi masih berupaya mendapatkan keterangan dari pihak Pratu LYS, namun yang bersangkutan belum dapat dihubungi.

Example 300250
Example 120x600