Kendari, Sultrust.com — Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memperluas kiprahnya dalam memajukan perekonomian umat, kali ini melalui pendekatan yang edukatif sekaligus spiritual.
Dalam rangkaian kegiatan SULTRA MAIMO 2025 bertema “Majukan UMKM, Cintai Rupiah, Mendorong Digitalisasi,” BI Sultra menggelar Kompetisi Dakwah yang mengusung tema “Peran Ekonomi dan Keuangan Syariah dalam Membangun Ekonomi Umat dan Menerapkan Gaya Hidup Halal.”
Ajang ini tidak sekadar perlombaan, melainkan ruang kolaboratif bagi masyarakat untuk memahami nilai-nilai ekonomi syariah yang berkeadilan dan berkelanjutan. Melalui dakwah, BI Sultra ingin membumikan prinsip keuangan syariah agar lebih dekat dengan keseharian masyarakat Sultra.
Kompetisi ini terbuka untuk seluruh masyarakat dan diharapkan menjadi sarana memperkuat literasi ekonomi syariah serta mendorong penerapan gaya hidup halal dalam berbagai aspek kehidupan.
Pendaftaran dan pengumpulan video dakwah telah dibuka sejak 25 Mei hingga 5 Juni 2025, sementara babak final akan berlangsung pada 20 Juni 2025.
Para peserta akan bersaing memperebutkan total hadiah jutaan rupiah, yakni Rp5.000.000 untuk Juara I, Rp3.000.000 untuk Juara II, dan Rp2.000.000 untuk Juara III.
Penilaian dilakukan dalam dua babak, yakni penyisihan dan final, dengan menitikberatkan pada orisinalitas ide, kualitas referensi materi, kesesuaian tema, serta kemampuan penyampaian dan penguasaan panggung.
Kriteria tersebut dirancang untuk memastikan pesan dakwah yang disampaikan tidak hanya religius, tetapi juga edukatif, inspiratif, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Informasi lengkap mengenai persyaratan dan ketentuan lomba dapat diakses melalui laman linktr.ee/MaimoCintaRupiah2025, atau melalui narahubung resmi di nomor 0821-4444-0731 (Sardin) dan 0853-8829-9119 (Fadry).
Melalui kegiatan ini, BI Sultra menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya berbasis angka, tetapi juga nilai. Pendekatan spiritual dalam edukasi keuangan diyakini mampu menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya kejujuran, keadilan, dan keberkahan dalam setiap aktivitas ekonomi umat. (*)



















