Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Lewat Buku Cerita Anak, BI Sultra dan Balai Bahasa Tanamkan Cinta Rupiah

292
×

Lewat Buku Cerita Anak, BI Sultra dan Balai Bahasa Tanamkan Cinta Rupiah

Share this article
Peluncuran buku cerita anak “Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah” dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra 2025 di Mall The Park Kendari. // Dok : ist
Example 468x60

Kendari, Sultrust.com – Upaya menumbuhkan kecintaan terhadap Rupiah kini dilakukan dengan cara yang lebih lembut dan menyenangkan. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara (KPw BI Sultra) bersama Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara meluncurkan dua buku cerita anak bertema Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah pada rangkaian kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2025 di Mall The Park Kendari, 20–22 Oktober 2025.

Langkah kolaboratif ini menjadi simbol sinergi antara lembaga keuangan dan lembaga kebahasaan dalam mendorong literasi keuangan yang inklusif, edukatif, dan menyenangkan sejak usia dini.

Example 300x600

Peluncuran dilakukan langsung oleh Kepala KPw BI Sultra, Edwin Permadi, dan Kepala Balai Bahasa Sultra, Dewi Pridayanti, S.Sos., M.Adm.SDA, disaksikan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari Andi Dadjeng, serta Bunda Literasi Kota Kendari Shintya Putri Anawula Sudirman.

Dua buku yang diperkenalkan, masing-masing berjudul “Rahasia Laci Nenek” dan “Uang yang Bicara”, dikemas dengan cerita sederhana yang memuat pesan moral dan nilai edukatif mengenai pentingnya mencintai serta menghargai Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.

Menurut Edwin Permadi, penerbitan buku tersebut menjadi salah satu langkah nyata BI dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui edukasi finansial.

“Kami ingin anak-anak sejak dini memahami bahwa Rupiah bukan hanya alat transaksi, tetapi juga simbol kedaulatan yang harus dicintai dan dijaga bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Sultra Dewi Pridayanti menjelaskan bahwa kolaborasi ini menjadi wujud inovasi literasi yang menggabungkan nilai bahasa daerah dan pendidikan keuangan.

“Penulisan dwibahasa pada dua buku ini Bahasa Wolio dan Bahasa Wakatobi tidak hanya melestarikan bahasa daerah, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap budaya lokal,” Jelasnya

Tak hanya peluncuran buku, kegiatan di Mall The Park juga diisi dengan pembacaan nyaring oleh komunitas Kendari Membaca Nyaring dan penampilan tari yang diadaptasi dari kisah “Rahasia Laci Nenek”.

Bank Indonesia turut menghadirkan Zona Literasi BI, Lomba Mewarnai CBP Rupiah, serta Gelar Wicara Literasi Keuangan yang melibatkan masyarakat umum dan pelajar.

Harapan besar pun disampaikan Edwin Permadi agar kegiatan ini mampu menjadi inspirasi bagi tumbuhnya budaya literasi dan kecerdasan finansial di kalangan generasi muda.

“Kami berharap kegiatan ini memperluas minat baca dan menumbuhkan karakter generasi muda yang cerdas finansial dan berbudaya,” pungkasnya.

Dengan pendekatan kreatif ini, Bank Indonesia Sultra dan Balai Bahasa Sultra membuktikan bahwa mencintai Rupiah tak harus diajarkan lewat angka, melainkan bisa dimulai dari kisah yang hangat di halaman buku cerita anak. (*)

Example 300250
Example 120x600