Kendari, Sultrust.com – Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kota Kendari mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk segera merealisasikan komitmen terkait pembatasan potongan aplikasi transportasi online menjadi maksimal 8 persen bagi para pengemudi ojek online (ojol).
Ketua KSBSI Kota Kendari Iswanto Sugiarto menyampaikan bahwa kebijakan tersebut sangat dinantikan oleh para pengemudi ojol yang selama ini mengeluhkan besarnya potongan yang diterapkan oleh perusahaan aplikasi. Menurutnya, pengurangan potongan akan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan para pengemudi yang setiap hari bekerja di tengah tingginya biaya operasional dan kebutuhan hidup.
“Para pengemudi ojol merupakan bagian dari pekerja yang berkontribusi besar terhadap perekonomian masyarakat. Karena itu, kami meminta pemerintah segera menindaklanjuti janji yang pernah disampaikan terkait potongan aplikasi maksimal 8 persen agar kesejahteraan pengemudi dapat meningkat,” ujar Ketua KSBSI Kendari, Rabu (24/6/2026).
Ia juga mengatakan sudah hampir 2 bulan setelah bapak Presiden Prabowo Subianto dihadapan puluhan ribu buruh melakukan pidato yang diantaranya janji bakal menurunkan potongan Ojol dari yang sebelumnya 20% menjadi 8%.
Iswanto menilai bahwa selama ini sebagian besar pengemudi ojol masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tingginya potongan aplikasi, persaingan yang semakin ketat, hingga naiknya harga bahan bakar dan biaya perawatan kendaraan. Kondisi tersebut membuat pendapatan bersih yang diterima pengemudi semakin berkurang.
Selain mendesak realisasi kebijakan potongan 8 persen, KSBSI juga meminta pemerintah untuk memperkuat perlindungan sosial bagi para pengemudi ojol, termasuk jaminan ketenagakerjaan, keselamatan kerja, dan kepastian hukum dalam hubungan kemitraan dengan perusahaan aplikasi.
Ia juga berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret sehingga kesejahteraan pengemudi online meningkat dan tercipta hubungan yang lebih adil antara perusahaan aplikasi dan mitra pengemudi di seluruh Indonesia.
KSBSI Kendari menegaskan akan terus mengawal aspirasi para pengemudi ojol dan siap melakukan berbagai langkah advokasi agar kebijakan yang berpihak kepada pekerja sektor transportasi online dapat segera diwujudkan. (*)



















