SULTRUST.ID – KM Sinar Cahaya telah tenggelam diantara perairan Tanjung Toronipa dan Pulau Labengki pada Sabtu (26/8/2023).
Informasi tersebut diterima oleh Comm Centre Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari melalui Basarnas Command Centre (BCC), pada pukul 18.31 Wita.
Dari laporan tersebut, tercatat bahwa kapal tersebut membawa 3 orang penumpang, di mana 2 diantaranya berhasil selamat, sementara 1 orang masih belum ditemukan.
Kepala KPP Kendari, Muhammad Arafah mengatakan, setelah menerima laporan, Tim Rescue KPP Kendari segera merespons dengan mengirimkan Rescue Inflatable Boat (RIB) ke lokasi kejadian. Meskipun jarak tempuh dari Dermaga Basarnas Kendari menuju Last Known Position (LKP) kapal KM Sinar Cahaya sekitar 30 Nautical Mile (sekitar 55,6 kilometer), tim penyelamat tidak mengendurkan upaya mereka.
“Area pencarian yang mencapai 35 Nautical Mile persegi terus disisir tim kami,” ujarnya.
Lebih lanjut, Muhammad Arafah juga menjelaskan kronologi peristiwa tersebut. Awalnya, KM Sinar Cahaya dengan 3 orang penumpang berangkat dari Dermaga Kendari menuju perairan Sulawesi Tengah. Pada pukul 04.00 Wita, kapal itu terhempas ombak ganas dan tenggelam.
“Dari 3 orang yang ada di atas kapal, 2 di antaranya berhasil selamat dan saat ini berada di Pulau Labengki. Namun, upaya pencarian masih terus dilakukan untuk menemukan 1 orang lainnya yang masih hilang,” Jelasnya
Lebih jauh, ia juga mengatakan bahwa cuaca turut mempengaruhi jalannya operasi penyelamatan. Dengan kondisi cuaca berawan, arah angin yang bervariasi dari Tenggara hingga Utara dengan kecepatan antara 7 hingga 20 knot, serta tinggi gelombang mencapai 1 hingga 2 meter, tim penyelamat harus berhadapan dengan kondisi yang tidak mudah.
“Namun, semangat dan determinasi untuk menyelamatkan korban tetap menjadi prioritas utama,” pungkasnya.
Laporan : Salman
Editor : Run



















