Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
News

Kasus Gerbang Kendari-Toronipa Jadi Sorotan, Polda Sultra Diminta Transparan

393
×

Kasus Gerbang Kendari-Toronipa Jadi Sorotan, Polda Sultra Diminta Transparan

Share this article
Example 468x60

Kendari, Sultrust.com – Mantan Ketua Keorganisasian Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) UHO, La Munduru, menyoroti penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan Gerbang Kendari-Toronipa oleh Polda Sultra.

Menurutnya, Polda Sultra sedang menghadapi ujian serius dan harus berhati-hati serta transparan dalam menangani kasus ini.

Example 300x600

“Polda harus sangat hati-hati. Jika tidak transparan, akan ada tuduhan bahwa mereka ‘masuk angin.’ Saya yakin, jika penyelidikan ini terhenti, Polda akan menjadi sasaran kritik tajam dari netizen,” ujarnya pada Kamis (19/9/2024).

La Munduru menambahkan bahwa kritik dari netizen bisa lebih tajam daripada pisau.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena besarnya anggaran yang digunakan, mencapai Rp32,8 miliar. Namun, material yang digunakan untuk gerbang tersebut, yakni GRC tripleks, menimbulkan banyak tanda tanya.

“Ini proyek besar dengan anggaran yang fantastis, tapi belum genap setahun sudah rusak dan bahkan digunakan sebagai kandang ayam,” tegasnya.

La Munduru juga mengingatkan agar kasus ini tidak berakhir seperti kasus pengadaan kapal jet pribadi (Azimut) yang pernah ditangani Polda Sultra.

“Kasus itu sempat heboh, tapi tiba-tiba menghilang tanpa kabar, dengan alasan menunggu perhitungan kerugian negara dari Inspektorat Provinsi,” tambahnya.

Terkait pernyataan Kepala Dinas SDA & Bina Marga yang menyebutkan bahwa pembangunan sudah sesuai spesifikasi, La Munduru menyatakan hal tersebut tidak boleh menghentikan penyelidikan.

“Penjelasan tersebut tidak menghilangkan tugas penyidik untuk memastikan apakah ada indikasi korupsi atau tidak,” ujarnya.

Ia juga menyinggung beberapa aktivis dan LSM yang mendukung pembangunan gerbang tersebut.

“Kita belum tahu apa kepentingan mereka. Apakah mereka benar-benar mendukung transparansi atau ada kepentingan lain? Itu masih menjadi pertanyaan.”

Kasus ini menjadi viral setelah video yang menunjukkan kerusakan gerbang tersebut diunggah ke media sosial. Video itu memperlihatkan kondisi gerbang yang berlubang dan bahkan diisi oleh ayam.

Laporan media nasional juga menyebutkan bahwa awalnya gerbang direncanakan dibangun dengan bahan beton dengan anggaran Rp19 miliar, namun kenyataannya dibangun dengan GRC tripleks, sementara anggarannya membengkak menjadi Rp32,8 miliar.

Example 300250
Example 120x600