Satgas HPM mendapat sejumlah laporan terkait permainan surveyor dan juga perusahaan industry pembeli nikel. Surveyor dan perusahaan industri diduga kuat bekerja sama dalam permainan kadar nikel itu
Di Sultra, sejumlah mahasiswa menyoroti PT. Anindiya Konsult. Pasalnya, surveyor yang menjadi satu-satunya penguji kadar di PT Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI) diduga bermain mata pada saat ore nikel dibongkar.
“Kami mendengar ada dugaan permainan kadar nikel yang diduga melibatkan surveyor di Sultra. Pemerintah melalui Kementerian ESDM telah merekomendasikan lima surveyor sebagai penguji kadar nikel dalam suatu industri. Jika ada permainan, maka ini merupakan tindak pidana,” tegas Direktur Forum Lingkungan Hidup Indonesia, Dr Fatahilah SH, Kamis (10/12)
Olehnya itu, Ia meminta pihak yang punya kewenangan mengawasi ini turun tangan. Kabar ini sudah menjadi perbincangan publik akhir-akhir ini. Hanya saja, penjual dalam hal ini penambang tak berani membeberkannya secara langsung.
Alasannya, kata dia, para penambang masih takut membeberkan ke publik, terkait dugaan permainan kotor surveyor dan perusahaan indsutri (smelter) dengan menurunkan kadar ore milik perusahaan tambang.
Menurut Fatahilah, pemerintah melalui Kementerian ESDM meski cepat turun tangan menindaklanjuti persoalan ini. Pasalnya, jika ini dibiarkan akan menjadi masalah besar.
“Apalagi dari tracking kami, dugaan permainan kadar dapat memicu kerugian begara. Jika pajak kadar memiliki perbedaan siginifikan. Sudah pasti modus ini dilakukan untuk menghindari pajak yang begitu besar,” ungkapnya.
Fatahilah berharap agar para penambang yang merasa dirugikan segera melaporkan hal ini. Agar tak menjadi perdebatan publik mengenai permainan kadar nikel di Sultra. (p2/mr)



















